{"id":113129,"date":"2026-09-24T20:42:31","date_gmt":"2026-09-24T13:42:31","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/24\/meratapi-urat-nadi-yang-lumpuh-kala-proyek-jembatan-rawa-bogo-mengikis-arah-langkah-warga-rancasenggang\/"},"modified":"2026-09-24T20:42:31","modified_gmt":"2026-09-24T13:42:31","slug":"meratapi-urat-nadi-yang-lumpuh-kala-proyek-jembatan-rawa-bogo-mengikis-arah-langkah-warga-rancasenggang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/24\/meratapi-urat-nadi-yang-lumpuh-kala-proyek-jembatan-rawa-bogo-mengikis-arah-langkah-warga-rancasenggang\/","title":{"rendered":"Meratapi Urat Nadi yang Lumpuh: Kala Proyek Jembatan Rawa Bogo Mengikis Arah Langkah Warga Rancasenggang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">KORAN MANDALA<\/a><\/strong> \u2013 Matahari baru saja muncul di ufuk timur Desa Rancasenggang, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n<p>Suasana dingin khas desa yang biasanya diiringi dengan suara ceria anak-anak berseragam sekolah, pagi ini berganti dengan suara bising dari mesin berat dan napas berat para penduduk. Langkah para siswa yang menuju sekolah tiba-tiba terhenti di tepian lokasi proyek Jembatan Rawa Bogo.<\/p>\n<p>Jalur utama yang telah lama menjadi andalan dalam mobilitas sehari-hari mereka kini mengalami perubahan yang sangat signifikan. Penggalian tanah yang dalam, area berlumpur, dan deretan material konstruksi mendominasi pemandangan.<\/p>\n<p>Bagi penduduk Rancasenggang, semua ini bukan hanya sekadar simbol kemajuan infrastruktur, tetapi adalah awal dari tantangan berat dalam kehidupan sehari-hari yang harus mereka hadapi.<\/p>\n<p>Di jalur yang selama ini menjadi akses utama warga, tanah dikeruk dan sejumlah material konstruksi memenuhi area proyek. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat tidak lagi semudah sebelumnya.<\/p>\n<p>Bagi warga Rancasenggang, pembangunan jembatan memang diharapkan dapat memperbaiki konektivitas antarwilayah. Namun, selama proses pengerjaan berlangsung, mereka harus menghadapi persoalan lain, yakni terbatasnya akses untuk melintasi jalur yang terdampak proyek.<\/p>\n<p>Belum tersedianya jalan alternatif atau jembatan sementara yang layak membuat warga harus mencari cara lain untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p>Sebagian warga memilih memutar melalui desa tetangga. Konsekuensinya, waktu perjalanan menjadi lebih panjang dan biaya transportasi ikut bertambah karena jarak yang harus ditempuh semakin jauh.<\/p>\n<p>Sementara warga yang tidak memiliki banyak pilihan terkadang tetap berusaha melewati area sekitar proyek. Kondisi jalan yang berlumpur, galian tanah, serta pijakan seadanya membuat perjalanan menjadi lebih sulit, terutama ketika hujan turun.<\/p>\n<p>Situasi tersebut turut dirasakan anak-anak yang setiap hari harus berangkat sekolah.<\/p>\n<p>Jalur yang sebelumnya mudah dilalui kini menjadi bagian dari perjalanan yang harus mereka hadapi dengan lebih hati-hati. Lumpur di sekitar lokasi juga berpotensi membuat pakaian mereka kotor sebelum sampai ke sekolah.<\/p>\n<p>Bukan hanya aktivitas pendidikan yang terdampak. Warga yang hendak berbelanja ke pasar, membawa hasil pertanian, hingga mencari rumput untuk pakan ternak juga harus menyesuaikan perjalanan dengan kondisi akses yang ada.<\/p>\n<p>\u201cAnak-anak sekolah kesulitan lewat, yang mau ke pasar juga sama sulit, dan yang mencari rumput juga mengalami masalah,\u201d keluh Cecep, salah seorang warga setempat.<\/p>\n<p>Keluhan tersebut menggambarkan bagaimana pembangunan infrastruktur yang ditujukan untuk memperbaiki konektivitas dalam jangka panjang, pada masa pengerjaannya justru menghadirkan tantangan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.<\/p>\n<p>Bagi warga, persoalannya bukan pada pembangunan Jembatan Rawa Bogo. Mereka memahami bahwa pembangunan tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki akses dan mendukung aktivitas masyarakat ke depan.<\/p>\n<p>Yang menjadi perhatian adalah bagaimana mobilitas warga tetap dapat berjalan selama proses konstruksi berlangsung.<\/p>\n<p>Jalur sementara yang aman dan dapat dilalui menjadi kebutuhan penting, terutama bagi anak sekolah dan warga yang setiap hari harus beraktivitas di luar lingkungan tempat tinggalnya.<\/p>\n<p>Di tengah suara mesin dan aktivitas pembangunan yang terus berlangsung, warga Rancasenggang kini menunggu satu hal sederhana: akses yang tetap memungkinkan mereka menjalani kehidupan sehari-hari tanpa harus mempertaruhkan keselamatan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/223130\/meratapi-urat-nadi-yang-lumpuh-kala-proyek-jembatan-rawa-bogo-mengikis-arah-langkah-warga-rancasenggang\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KORAN MANDALA \u2013 Matahari baru saja muncul di ufuk timur Desa Rancasenggang, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Suasana dingin khas desa yang biasanya diiringi dengan suara ceria anak-anak berseragam sekolah, pagi ini berganti dengan suara bising dari mesin berat dan napas berat para penduduk. Langkah para siswa yang menuju sekolah tiba-tiba terhenti di tepian lokasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":113130,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-113129","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113129"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113129\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}