{"id":111927,"date":"2026-09-23T10:49:19","date_gmt":"2026-09-23T03:49:19","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/23\/ub-kenalkan-hamid-rusdi-bapak-boso-walikan-di-museum-brawijaya\/"},"modified":"2026-09-23T10:49:19","modified_gmt":"2026-09-23T03:49:19","slug":"ub-kenalkan-hamid-rusdi-bapak-boso-walikan-di-museum-brawijaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/23\/ub-kenalkan-hamid-rusdi-bapak-boso-walikan-di-museum-brawijaya\/","title":{"rendered":"**UB Kenalkan Hamid Rusdi, Bapak Boso Walikan, di Museum Brawijaya**"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>Universitas Brawijaya (UB) menggandeng ekosistem DIPA Media Art untuk menghidupkan kembali Museum Brawijaya di Kota Malang. Kolaborasi yang dilakukan pada Selasa (22\/9\/2026) itu sekaligus menjadi upaya mengenalkan kembali sosok Hamid Rusdi, tokoh perjuangan yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi Malang pada masa kemerdekaan.<\/p>\n<p>Aktivasi tersebut menggunakan pendekatan media art sebagai sarana untuk mengemas sejarah secara lebih dekat dengan masyarakat. UB berharap museum tidak berhenti sebagai tempat penyimpanan benda dan cerita masa lalu, tetapi juga berfungsi sebagai ruang edukasi yang relevan bagi pengunjung.<\/p>\n<h2>Menghidupkan kembali fungsi Museum Brawijaya<\/h2>\n<p>Kasubdit Globalizing UB, Widhi Yahya, mengatakan kerja sama itu diarahkan untuk mengaktivasi kembali Museum Brawijaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon Kota Malang. Menurut dia, pendekatan media art dapat membuka cara baru bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan sejarah yang ada di museum.<\/p>\n<p>\u201cHarapannya dari kerja sama ini bisa mengaktivasi kembali museum yang sudah melegenda di Kota Malang dengan media art,\u201d ujar Widhi.<\/p>\n<p>Direktur Medcom UB, Dr. Redy Eko Prasetyo, S.Psi., M.I.Kom., menjelaskan Hamid Rusdi dipilih karena kiprahnya bagi Kota Malang belum banyak diketahui masyarakat saat ini. Melalui media art, kisah perjuangan serta nilai-nilai yang diwariskan Hamid Rusdi akan disusun dalam narasi yang lebih mudah diterima oleh publik.<\/p>\n<p>\u201cHamid Rusdi ini memiliki banyak kontribusi untuk Malang, melalui media art ini kami menarasikan kontribusi beliau supaya masyarakat mengetahuinya,\u201d kata Redy.<\/p>\n<h2>Bahasa Walikan sebagai bagian dari narasi<\/h2>\n<p>Salah satu warisan budaya yang dikaitkan dengan Hamid Rusdi dalam pengembangan narasi tersebut adalah Bahasa Walikan atau Boso Walikan. Redy menyebut bahasa itu pada awalnya digunakan sebagai bahasa sandi dalam perjuangan melawan penjajahan. Dalam perkembangannya, Bahasa Walikan kemudian menjadi bagian dari identitas kultural masyarakat Malang.<\/p>\n<p>\u201cKalau kami menyebutnya \u2018Bapak Sandi\u2019, Bapak Sandi dari Bahasa Malang, dengan istilah Bahasa Walikan,\u201d ujar Redy.<\/p>\n<p>Penggarapan narasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya keluarga Hamid Rusdi, komunitas, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah. Keterlibatan sejumlah pihak tersebut menjadi bagian dari upaya menyusun kembali cerita mengenai tokoh dan warisan yang hendak diperkenalkan kepada masyarakat.<\/p>\n<h2>Media art sebagai sarana edukasi sejarah<\/h2>\n<p>Festival Director DIPA Media Art, Danar Tri Yudistira, mengatakan ekosistem media art merespons aspirasi keluarga Hamid Rusdi dan sejumlah tokoh masyarakat yang ingin mengangkat kembali sosok tersebut. Ia menilai media art dapat menjadi sarana untuk menyampaikan sejarah melalui pendekatan kreatif.<\/p>\n<p>Danar menegaskan, kegiatan itu tidak hanya mengejar aspek estetika dan seni. Media art juga digunakan sebagai platform untuk membawa pesan edukasi sekaligus memperkenalkan kembali narasi perjuangan Hamid Rusdi kepada masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKita mencoba bagaimana caranya menggunakan media art sebagai platform atau kendaraan untuk mengkampanyekan ini,\u201d jelas Danar.<\/p>\n<p>Aktivasi Museum Brawijaya diharapkan menghadirkan daya tarik baru bagi masyarakat. Eksplorasi tersebut juga diharapkan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke museum.<\/p>\n<p>\u201cJadi eksplorasi baru dalam museum ini semoga bisa berdampak pada kunjungan wisatawan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p><a target=\"_blank\" href=\"https:\/\/times.co.id\/ub-kenalkan-bapak-boso-walikan-hamid-rusdi-di-museum-brawijaya\">Source link<\/a><\/p>\n<p>\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t\t\t\t<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/portalberita.info\/2026\/09\/23\/ub-kenalkan-hamid-rusdi-bapak-boso-walikan-di-museum-brawijaya\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Universitas Brawijaya (UB) menggandeng ekosistem DIPA Media Art untuk menghidupkan kembali Museum Brawijaya di Kota Malang. Kolaborasi yang dilakukan pada Selasa (22\/9\/2026) itu sekaligus menjadi upaya mengenalkan kembali sosok Hamid Rusdi, tokoh perjuangan yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi Malang pada masa kemerdekaan. Aktivasi tersebut menggunakan pendekatan media art sebagai sarana untuk mengemas sejarah secara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31685,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111927","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111927","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111927"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111927\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31685"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}