{"id":111322,"date":"2026-09-22T16:06:34","date_gmt":"2026-09-22T09:06:34","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/22\/stunting-purwakarta-turun-jadi-145-persen-pemkab-diminta-tak-berhenti-di-angka\/"},"modified":"2026-09-22T16:06:34","modified_gmt":"2026-09-22T09:06:34","slug":"stunting-purwakarta-turun-jadi-145-persen-pemkab-diminta-tak-berhenti-di-angka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/22\/stunting-purwakarta-turun-jadi-145-persen-pemkab-diminta-tak-berhenti-di-angka\/","title":{"rendered":"Stunting Purwakarta Turun Jadi 14,5 Persen, Pemkab Diminta Tak Berhenti di Angka"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">KORAN MANDALA<\/a><\/strong> \u2013Angka stunting di Kabupaten Purwakarta menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting turun dari 24 persen pada 2023 menjadi 14,5 persen pada 2024.<\/p>\n<p>Namun, penurunan angka tersebut bukan berarti persoalan stunting telah selesai. Pemerintah daerah masih menghadapi tantangan untuk memastikan anak-anak, terutama yang berasal dari keluarga berisiko, tetap mendapat asupan gizi, layanan kesehatan dan lingkungan tumbuh yang memadai.<\/p>\n<p>Hal itu menjadi perhatian Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin saat mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan serta Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Tahun 2026 secara virtual dari Aula Kantor Bapperida Purwakarta, Selasa (22\/9\/2026).<\/p>\n<blockquote>\n<p><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/222992\/jelang-hjkb-farhan-ingatkan-bandung-tak-boleh-lupa-sejarah\/\">Jelang HJKB, Farhan Ingatkan Bandung Tak Boleh Lupa Sejarah<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Menurut Abang Ijo, capaian penurunan prevalensi perlu dijaga agar tidak berhenti sebatas angka statistik. Intervensi terhadap keluarga berisiko harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama untuk memastikan kebutuhan anak terpenuhi sejak masa awal pertumbuhan.<\/p>\n<p>\u201cYang paling penting adalah memastikan intervensi itu sampai kepada keluarga yang membutuhkan. Anak-anak harus mendapatkan perhatian sejak awal, baik dari sisi gizi, kesehatan maupun lingkungan tempat mereka tumbuh,\u201d ujar Abang Ijo.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyentuh langsung kehidupan keluarga. Pendataan dan pendampingan terhadap keluarga dengan balita berisiko menjadi bagian penting agar potensi stunting dapat diketahui dan ditangani lebih dini.<\/p>\n<p>Persoalan tersebut, kata dia, juga tidak dapat dibebankan kepada satu instansi. Pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia usaha hingga berbagai organisasi memiliki peran masing-masing dalam memastikan anak tumbuh sehat.<\/p>\n<p>\u201cPenanganan stunting bukan pekerjaan satu instansi saja. Ini investasi jangka panjang untuk menyiapkan anak-anak Purwakarta agar tumbuh sehat, cerdas dan memiliki masa depan yang lebih baik,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Untuk menjaga tren penurunan tersebut, Pemkab Purwakarta akan memperkuat sejumlah langkah, mulai dari pendataan keluarga berisiko, pendampingan, peningkatan sanitasi hingga gerakan orang tua asuh bagi balita stunting.<\/p>\n<p>Upaya tersebut diarahkan bukan hanya untuk mempertahankan capaian yang telah diraih, tetapi juga memastikan intervensi benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan.<\/p>\n<p>Dengan prevalensi yang telah turun menjadi 14,5 persen pada 2024, tantangan berikutnya bagi Purwakarta adalah menjaga agar angka tersebut tidak kembali meningkat sekaligus memperluas dampak program hingga ke tingkat keluarga.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/223010\/stunting-purwakarta-turun-jadi-145-persen-pemkab-diminta-tak-berhenti-di-angka\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KORAN MANDALA \u2013Angka stunting di Kabupaten Purwakarta menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting turun dari 24 persen pada 2023 menjadi 14,5 persen pada 2024. Namun, penurunan angka tersebut bukan berarti persoalan stunting telah selesai. Pemerintah daerah masih menghadapi tantangan untuk memastikan anak-anak, terutama yang berasal dari keluarga berisiko, tetap mendapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111323,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111322","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111322","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111322"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111322\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}