{"id":111202,"date":"2026-09-22T12:55:05","date_gmt":"2026-09-22T05:55:05","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/22\/rkab-2026-belum-beres-ini-risiko-bagi-emiten-jasa-pertambangan\/"},"modified":"2026-09-22T12:55:05","modified_gmt":"2026-09-22T05:55:05","slug":"rkab-2026-belum-beres-ini-risiko-bagi-emiten-jasa-pertambangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/22\/rkab-2026-belum-beres-ini-risiko-bagi-emiten-jasa-pertambangan\/","title":{"rendered":"RKAB 2026 Belum Beres, Ini Risiko bagi Emiten Jasa Pertambangan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Sekitar 50 perusahaan tambang masih menunggu persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) hingga September 2026. Kondisi ini berpotensi membatasi produksi dan menahan tambahan pekerjaan kontraktor tambang.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari mengatakan, dampaknya lebih mungkin terasa pada volume pekerjaan, terutama bagi kontraktor yang bergantung pada pelanggan tertentu.<\/p>\n<p>\u201cPukulan utamanya sudah terjadi lewat kuota produksi batubara 2026 sekitar 600 juta ton, turun sekitar 24% dari realisasi 2025,\u201d ujar Brigita dalam risetnya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n<p>Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menambahkan, tertundanya RKAB dapat mengurangi pekerjaan overburden removal dan pengangkutan batubara. Penurunan utilisasi alat berat dan biaya, seperti depresiasi dan biaya siaga tetap berjalan, berpotensi menekan margin.<\/p>\n<p>Untuk mengurangi risiko, emiten perlu memperluas pelanggan dan komoditas. Peluang dapat berasal dari batubara termal, tembaga, emas, hingga nikel. Kontrak jangka panjang dengan volume minimum juga dapat menjaga visibilitas pendapatan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read636026\/esdm-tegaskan-revisi-rkab-anak-usaha-bayan-resources-tak-terkait-transaksi-saham\">ESDM Tegaskan Revisi RKAB Anak Usaha Bayan Resources Tak Terkait Transaksi Saham<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635958\/esdm-pastikan-rkab-tiga-anak-usaha-byan-terbit-total-kuota-produksi-15-20-juta-ton\">ESDM Pastikan RKAB Tiga Anak Usaha BYAN Terbit, Total Kuota Produksi 15-20 Juta Ton<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635609\/rkab-2026-harga-mineral-naik-industri-mulai-tertekan\">RKAB 2026: Harga Mineral Naik, Industri Mulai Tertekan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKontrak jangka panjang dengan ketentuan volume minimum juga dapat membantu menjaga visibilitas pendapatan kontraktor ketika produksi pelanggan mengalami tekanan,\u201d kata Abida.<\/p>\n<p>Sektor jasa pertambangan berpeluang pulih pada 2027, tetapi kecepatannya akan bergantung pada diversifikasi pelanggan, komoditas, utilisasi alat berat, dan struktur kontrak.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Abida merekomendasikan investor mencermati PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan target harga Rp30.600 per saham, didukung arus kas bebas yang kuat dan bisnis yang terdiversifikasi.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read636146\/rkab-2026-belum-beres-ini-risiko-bagi-emiten-jasa-pertambangan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Sekitar 50 perusahaan tambang masih menunggu persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) hingga September 2026. Kondisi ini berpotensi membatasi produksi dan menahan tambahan pekerjaan kontraktor tambang. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari mengatakan, dampaknya lebih mungkin terasa pada volume pekerjaan, terutama bagi kontraktor yang bergantung pada pelanggan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111203,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-111202","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111202","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111202"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111202\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111202"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111202"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111202"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}