{"id":110575,"date":"2026-09-21T18:25:25","date_gmt":"2026-09-21T11:25:25","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/21\/hobi-olahraga-makin-mahal-106-gen-z-rela-pangkas-gaji-untuk-tetap-aktif\/"},"modified":"2026-09-21T18:25:25","modified_gmt":"2026-09-21T11:25:25","slug":"hobi-olahraga-makin-mahal-106-gen-z-rela-pangkas-gaji-untuk-tetap-aktif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/21\/hobi-olahraga-makin-mahal-106-gen-z-rela-pangkas-gaji-untuk-tetap-aktif\/","title":{"rendered":"Hobi Olahraga Makin Mahal, 10,6% Gen Z Rela Pangkas Gaji untuk Tetap Aktif"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Padel, tenis, maraton hingga Hyrox kini tak sekadar menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran. Bagi sebagian generasi muda, olahraga telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup. Namun, di balik tren <em>active wellness<\/em> tersebut, muncul persoalan lain: seberapa kuat kondisi dompet untuk menopang gaya hidup sehat?<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Riset media sosial bertajuk \u201cSehat Fisik vs Sehat Dompet\u201d yang dilakukan Amar Bank terhadap 300 responden di Jabodetabek dan sejumlah kota besar lainnya menunjukkan adanya pergeseran prioritas keuangan, khususnya di kalangan Gen Z.<\/p>\n<p>Sebanyak 51,9% responden Gen Z mengaku rela mengurangi anggaran untuk nongkrong dan membeli kopi demi membiayai hobi olahraga. Bahkan, 28,9% Gen Z menyisihkan lebih dari 10% pendapatan bulanan untuk aktivitas olahraga.<\/p>\n<p>Yang lebih mencolok, 10,6% responden Gen Z mengalokasikan lebih dari 20% gajinya untuk hobi olahraga hingga harus mengorbankan tabungan.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut menunjukkan bahwa antusiasme terhadap gaya hidup sehat belum selalu berjalan seiring dengan ketahanan finansial. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk tabungan atau kebutuhan lain berpotensi ikut tersedot untuk membiayai aktivitas olahraga.<\/p>\n<p>Risiko tersebut juga terlihat dari kondisi dana darurat. Sebanyak 29,8% Gen Z mengaku pernah menggunakan dana darurat untuk membiayai hobi.<\/p>\n<p>Sementara itu, kelompok milenial menunjukkan pola yang berbeda. Sebanyak 52% responden memilih tetap disiplin terhadap batas anggaran dan menunda hobi jika dana belum tersedia. Namun, 34,2% milenial masih berada dalam kondisi rentan karena belum memiliki dana darurat yang memadai atau bergantung pada utang ketika menghadapi kebutuhan mendesak.<\/p>\n<p><strong>Menabung Sebelum Belanja<\/strong><\/p>\n<p>Menariknya, riset tersebut juga menemukan adanya kesadaran finansial yang cukup kuat di kalangan Gen Z. Sebanyak 63,5% responden memilih menabung terlebih dahulu sebelum melakukan pengeluaran besar.<\/p>\n<p>Temuan ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan semata-mata pada besarnya minat terhadap olahraga, melainkan bagaimana pengeluaran untuk hobi ditempatkan dalam prioritas keuangan secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Marketing Head Amar Bank Rosalinda Hoesin mengatakan meningkatnya minat generasi muda terhadap gaya hidup sehat perlu diimbangi dengan kesadaran dalam mengelola keuangan.<\/p>\n<p>\u201cKami melihat semangat generasi muda dalam mengadopsi gaya hidup sehat makin meningkat. Di Amar Bank, kami percaya bahwa kesehatan fisik dan kesadaran finansial harus berjalan berdampingan,\u201d ujar Rosalinda.<\/p>\n<p>Menurut dia, masyarakat tetap dapat menjalankan hobi olahraga tanpa mengorbankan ketahanan finansial, selama pengeluarannya direncanakan secara matang.<\/p>\n<p>Amar Bank pun memberikan sejumlah panduan untuk membantu masyarakat mengelola anggaran gaya hidup. Salah satunya dengan membatasi alokasi untuk hobi pada kisaran 10%-15% dari pendapatan bulanan setelah kebutuhan pokok dan investasi jangka panjang terpenuhi.<\/p>\n<p>Selain itu, calon pembeli perlengkapan olahraga dapat menggunakan metode cost-per-use, yakni menghitung biaya berdasarkan seberapa sering barang tersebut digunakan.<\/p>\n<p>Misalnya, sepatu lari seharga Rp1,5 juta yang digunakan sebanyak 150 kali dalam setahun memiliki biaya sekitar Rp10.000 setiap pemakaian. Sebaliknya, sepatu lari seharga Rp2 juta yang hanya digunakan empat kali setahun menghasilkan biaya Rp500.000 setiap pemakaian.<\/p>\n<p>Perhitungan tersebut dapat membantu membedakan pembelian berdasarkan kebutuhan dengan keputusan yang muncul akibat dorongan mengikuti tren atau fear of missing out (FOMO).<\/p>\n<p><strong>Jangan Korbankan Dana Darurat<\/strong><\/p>\n<p>Di tengah meningkatnya biaya gaya hidup, dana darurat juga perlu ditempatkan sebagai prioritas. Amar Bank menyarankan masyarakat memiliki dana darurat setara tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan.<\/p>\n<p>Dana tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk membiayai hobi karena fungsinya adalah mengantisipasi kebutuhan mendesak atau kondisi keuangan yang tidak terduga.<\/p>\n<p>Jika membutuhkan pembiayaan melalui pinjaman digital, masyarakat juga disarankan memastikan penyedia layanan legal dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, total cicilan idealnya dibatasi maksimal 30% dari pendapatan bulanan dan pengguna perlu memastikan kemampuan membayar sebelum mengambil pinjaman.<\/p>\n<p>Rosalinda menegaskan bahwa gaya hidup sehat tetap dapat menjadi investasi jangka panjang, tetapi perlu diimbangi dengan perencanaan keuangan.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cGaya hidup sehat adalah investasi jangka panjang yang sangat baik, namun jangan sampai mengorbankan kesehatan finansial di masa depan. Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tetap bugar secara fisik sekaligus tangguh secara finansial,\u201d kata Rosalinda.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635997\/hobi-olahraga-makin-mahal-106-gen-z-rela-pangkas-gaji-untuk-tetap-aktif\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Padel, tenis, maraton hingga Hyrox kini tak sekadar menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran. Bagi sebagian generasi muda, olahraga telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup. Namun, di balik tren active wellness tersebut, muncul persoalan lain: seberapa kuat kondisi dompet untuk menopang gaya hidup sehat? Riset media sosial bertajuk \u201cSehat Fisik vs [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110576,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-110575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"1 hour ago","modified":"1 hour ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110575"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110575\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110576"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}