{"id":110543,"date":"2026-09-21T17:35:23","date_gmt":"2026-09-21T10:35:23","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/21\/ldr-bank-naik-ojk-pastikan-likuiditas-perbankan-masih-memadai\/"},"modified":"2026-09-21T17:35:23","modified_gmt":"2026-09-21T10:35:23","slug":"ldr-bank-naik-ojk-pastikan-likuiditas-perbankan-masih-memadai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/21\/ldr-bank-naik-ojk-pastikan-likuiditas-perbankan-masih-memadai\/","title":{"rendered":"LDR Bank Naik, OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Memadai"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) perbankan meningkat seiring pertumbuhan kredit yang lebih cepat dibandingkan penghimpunan dana. Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai likuiditas industri perbankan masih memadai.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan kredit perbankan tumbuh 13,58% secara tahunan (YoY) hingga Juli 2026, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11,21%.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut mendorong LDR perbankan naik menjadi 88,38% pada Juli 2026, baik secara bulanan maupun tahunan.<\/p>\n<p>\u201cPeningkatan LDR tersebut perlu dilihat secara proporsional sebagai bagian dari fungsi intermediasi perbankan, meskipun pada saat yang bersamaan mencerminkan adanya penurunan likuiditas sebagai konsekuensi dari penyaluran kredit yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan sumber pendanaannya,\u201d ujar Dian dalam jawaban tertulisnya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n<p>Namun, OJK menilai kenaikan LDR belum cukup untuk menyimpulkan likuiditas perbankan mulai mengetat. Sejumlah indikator likuiditas masih berada di atas batas minimum.<\/p>\n<p>Rasio liquidity coverage ratio (LCR) tercatat 187,50%. Sementara rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL\/NCD) mencapai 102,45% dan alat likuid terhadap DPK (AL\/DPK) sebesar 23,10%.<\/p>\n<p>Meski alat likuid perbankan cenderung menurun dalam beberapa bulan terakhir, terutama pada bank dengan pertumbuhan kredit tinggi, OJK menilai kondisi likuiditas industri secara keseluruhan masih memadai.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635943\/biayai-kdmp-dan-mbg-ojk-minta-bank-himbara-perkuat-manajemen-risiko\">Biayai KDMP dan MBG, OJK Minta Bank Himbara Perkuat Manajemen Risiko<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635941\/kasus-kpr-fiktif-btn-ojk-pengelolaan-kredit-jadi-concern-pengawasan\">Kasus KPR Fiktif BTN, OJK: Pengelolaan Kredit Jadi Concern Pengawasan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635896\/dana-dhe-sda-mengalir-ke-bank-swasta-ojk-ingatkan-risiko-bunga-tinggi\">Dana DHE SDA Mengalir ke Bank Swasta, OJK Ingatkan Risiko Bunga Tinggi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dian mengatakan kondisi likuiditas harus dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan model bisnis, struktur pendanaan, dan strategi intermediasi masing-masing bank.<\/p>\n<h2>OJK Perkuat Pengawasan Likuiditas<\/h2>\n<p>Untuk menjaga likuiditas, OJK meminta bank menerapkan pengelolaan aset dan liabilitas (Asset and Liability Management\/ALMA) secara hati-hati dengan dukungan tata kelola dan manajemen risiko yang memadai.<\/p>\n<p>Bank juga perlu memastikan ketersediaan aset likuid berkualitas tinggi (High Quality Liquid Asset\/HQLA), melakukan stress testing secara berkala, serta menyiapkan rencana pendanaan darurat atau contingency plan.<\/p>\n<p>OJK akan memperkuat pemantauan kondisi likuiditas, baik secara industri maupun individual, melalui pengawasan berbasis risiko. Perhatian khusus diberikan kepada bank dengan buffer likuiditas terbatas atau rasio likuiditas yang mendekati ambang batas.<\/p>\n<p>Di sisi kebijakan, Bank Indonesia kembali meningkatkan insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai 1 September 2026. Kebijakan ini diharapkan memberikan ruang lebih besar bagi perbankan dalam mengelola likuiditas.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>OJK juga terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635904\/ldr-bank-naik-ojk-pastikan-likuiditas-perbankan-masih-memadai\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) perbankan meningkat seiring pertumbuhan kredit yang lebih cepat dibandingkan penghimpunan dana. Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai likuiditas industri perbankan masih memadai. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan kredit perbankan tumbuh 13,58% secara tahunan (YoY) hingga Juli [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":53806,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-110543","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 hours ago","modified":"4 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110543"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110543\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53806"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}