{"id":110378,"date":"2026-09-21T13:14:59","date_gmt":"2026-09-21T06:14:59","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/21\/ada-harapan-damai-jokowi-dan-megawati-di-2029-skenarionya\/"},"modified":"2026-09-21T13:14:59","modified_gmt":"2026-09-21T06:14:59","slug":"ada-harapan-damai-jokowi-dan-megawati-di-2029-skenarionya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/21\/ada-harapan-damai-jokowi-dan-megawati-di-2029-skenarionya\/","title":{"rendered":"Ada Harapan Damai Jokowi dan Megawati di 2029, Skenarionya&#8230;"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Peta politik menuju Pilpres 2029 mulai diwarnai berbagai skenario, termasuk kemungkinan mencairnya hubungan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Salah satu skenario yang muncul justru menempatkan Gibran Rakabuming Raka di luar pertarungan Pilpres 2029.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Pakar Pemikiran Islam, Hasyim Muhammad, mengungkapkan harapannya agar Jokowi dan Megawati dapat berdamai pada 2029. Menurutnya, ada skenario politik yang bisa mempertemukan keduanya, yakni dengan mendorong kader PDIP menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>&#8220;Saya punya harapan bahwa di 2029 ada perdamaian antara Jokowi dan Megawati,&#8221; tulis Hasyim di akun X, dikutip Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n<p>&#8220;Skenarionya: Gibran tak lagi maju sebagai cawapresnya Prabowo, juga tak maju capres sendiri, tapi posisi cawapres itu diisi kader PDIP,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635872\/gibran-tak-akan-mudah-dicopot-seperti-menteri-pada-akhirnya-harus-ada\">Gibran Tak akan Mudah Dicopot Seperti Menteri, Pada Akhirnya Harus Ada&#8230;<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Hasyim menilai skenario tersebut bisa menjadi jalan bagi Jokowi untuk menunjukkan bahwa sejak awal dirinya menginginkan Prabowo berpasangan dengan PDIP.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Ini mungkin terjadi jika Jokowi ingin menunjukkan bahwa dari awal ia ingin memasangkan Prabowo dengan PDIP dengan posisi PDIP sebagai cawapres,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Skenario ini bisa berjalan hanya jika Megawati mau menurunkan egonya sehingga kadernya dia izinkan jadi cawapres, bukan capres,&#8221; sambung Hasyim.<\/p>\n<p>Dalam pandangannya, skenario tersebut bahkan dapat membuat peta persaingan Pilpres 2029 berubah signifikan. Hasyim menyampaikan prediksi tersebut dengan menyebut peluang Prabowo jika berpasangan dengan kader PDIP.<\/p>\n<p>&#8220;Jika skenario ini berjalan, hampir mustahil Prabowo bisa dikalahkan di tahun 2029. Pihak oposisi yang hanya meninggalkan pendukung Anies, akan terlalu berat untuk bisa mengalahkan Prabowo-PDIP,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Apa untungnya PDIP dari skenario ini? PDIP sudah pasti masuk pemerintahan di tahun 2029 meski &#8220;hanya&#8221; jadi wapres. Dan di tahun 2034, sang wapres tersebut akan sangat berpotensi untuk bisa naik menjadi RI 1,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635859\/ferdinand-hutahean-gibran-dan-jokowi-pasti-saat-ini-tidak-bisa-tidur-nyenyak\">Ferdinand Hutahean: Gibran dan Jokowi Pasti Saat Ini Tidak Bisa Tidur Nyenyak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Nama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut muncul dalam skenario tersebut. Hasyim menyebut pasangan Prabowo-Pramono sebagai salah satu kemungkinan yang menurutnya relevan dengan momentum politik saat ini.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Prabowo-Ganjar bisa saja. Tapi Prabowo-Pramono mungkin akan jauh lebih tepat momentumnya melihat kinerja Pramono yang bagus saat ini dalam memimpin Jakarta,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Hasyim menilai pilihan Jokowi untuk tidak mendorong Gibran kembali dalam kontestasi Pilpres 2029 dapat menjadi cara untuk membantah anggapan mengenai ambisi membangun dinasti politik.<\/p>\n<p>&#8220;Andai Jokowi ambil skenario ini dan Megawati menyambutnya, maka Jokowi akan membuktikan bahwa ia tidak berambisi bangun dinasti. Di tahun 2029, Gibran tidak lagi menjabat dan tak ikut Pilpres,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>&#8220;Apakah rugi bagi Jokowi? Menurut saya tidak. Justru jika Gibran fokus bantu besarkan PSI di periode 2029-2034, maka para haters Jokowi akan sedikit mereda selama waktu itu -yang itu menguntungkan elektabilitas Gibran untuk 2034. Tahun 2034, kalau mau dilanjutkan skenarionya: Pramono-Gibran mungkin saja punya peluang besar,&#8221; pungkas Hasyim.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635912\/ada-harapan-damai-jokowi-dan-megawati-di-2029-skenarionya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Peta politik menuju Pilpres 2029 mulai diwarnai berbagai skenario, termasuk kemungkinan mencairnya hubungan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Salah satu skenario yang muncul justru menempatkan Gibran Rakabuming Raka di luar pertarungan Pilpres 2029. Pakar Pemikiran Islam, Hasyim Muhammad, mengungkapkan harapannya agar Jokowi dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106319,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-110378","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"3 hours ago","modified":"3 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110378","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110378"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110378\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106319"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110378"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110378"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110378"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}