{"id":109590,"date":"2026-09-20T13:13:26","date_gmt":"2026-09-20T06:13:26","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/20\/warga-garut-keluhkan-bau-menyengat-dari-pembakaran-limbah-kulit\/"},"modified":"2026-09-20T13:13:26","modified_gmt":"2026-09-20T06:13:26","slug":"warga-garut-keluhkan-bau-menyengat-dari-pembakaran-limbah-kulit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/20\/warga-garut-keluhkan-bau-menyengat-dari-pembakaran-limbah-kulit\/","title":{"rendered":"Warga Garut Keluhkan Bau Menyengat dari Pembakaran Limbah Kulit"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">KORAN MANDALA<\/a><\/strong> \u2013Pembakaran limbah kulit terjadi di Kampung Copong, RW 026, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, tepat di seberang SPBU Copong, Sabtu (19\/9\/2026).<\/p>\n<p>Pembakaran tersebut menimbulkan asap tebal dan bau menyengat yang dirasakan warga sekitar. Warga mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan limbah kulit tersebut dibuang maupun mulai dibakar.<\/p>\n<p>Seorang warga setempat, NN (45), mengatakan dirinya mulai mencium bau asap sejak sekitar pukul 05.00 WIB, meski saat itu aroma yang muncul belum terlalu kuat.<\/p>\n<p>\u201cKalau tepatnya kapan datangnya limbah kulit dan kapan terjadinya pembakaran saya tidak tahu. Saya hanya merasakan pengap dengan polusi udaranya. Cuma yang saya rasakan sekitar pukul 05.00 WIB kurang lebih bau asap menyengat sudah ada, cuma gak terlalu kencang,\u201d kata NN.<\/p>\n<p>Keterangan serupa disampaikan dpetugas keamanan di Komplek Mandala Residence, Hardi\u00a0 Mereka menyebut bau asap mulai tercium sejak pagi, kemudian semakin pekat pada siang hari.<\/p>\n<p>\u201cBaunya kecium sejak pagi, cuma tidak terlalu tajam. Ketika siang baru aroma tak sedap mulai pekat, bahkan terjadi asap tebal,\u201d kata Hardi.<\/p>\n<p>Menurut Hardi, kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu keselamatan pengguna jalan karena asap tebal dapat mengurangi jarak pandang.<\/p>\n<p>\u201csaya khawatir kalau tidak segera dipadamkan akan berakibat juga terhadap keselamatan pengguna jalan\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Khawatir kondisi tersebut membahayakan warga dan pengguna jalan, salah seorang warga Mandala Residence, AND (31), kemudian menghubungi Lurah Sukamenteri untuk meminta penanganan.<\/p>\n<p>\u201cDengan kondisi asap tebal dan pencemaran udara yang sangat bahaya untuk kesehatan, saya segera menghubungi Pak Lurah menyampaikan kejadian ini. Saya meminta segera untuk menindaklanjuti hal tersebut, agar keselamatan para pengguna jalan juga terjaga dan polusi pembakaran ini yang berdampak terhadap kesehatan,\u201d kata AND.<\/p>\n<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Lurah Sukamenteri Wijiyono melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi yang dilaporkan warga.<\/p>\n<p>Karena api masih menyala dan sulit dipadamkan secara manual, pihak Kelurahan Sukamenteri kemudian menghubungi pemadam kebakaran.<\/p>\n<p>Tim pemadam kebakaran melakukan pemadaman pada pukul 19.18 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.38 WIB.<\/p>\n<p>Sementara itu, perwakilan Asosiasi Pengusaha Kulit Indonesia (APKI) Garut, H. Daud, mengatakan limbah kulit yang dibuang di lokasi tersebut diduga berasal dari luar Kabupaten Garut.<\/p>\n<p>\u201cSaya sebagai ketua perkumpulan, APKI itu selalu kena getahnya dari pembuangan limbah ini. Sebenarnya limbah kulit ini bukan dari pengusaha atau pengrajin dari Sukaregang, tapi dari luar Garut,\u201d kata Daud.<\/p>\n<p>Daud menjelaskan, limbah tersebut diduga dibawa menggunakan kendaraan pengangkut sayuran dari Garut yang sebelumnya mengantarkan muatan ke wilayah Cikarang.<\/p>\n<p>\u201cJadi begini, proses sampainya limbah kulit dari luar kota itu dibawa oleh sopir pengangkut sayuran dari Garut ke daerah Cikarang. Nanti selesai mengantar sayuran, mobil itu kan kosong. Nah, mereka itu datang ke pabrik kulit, lalu pabrik itu menyuruh mengangkut dan dibayar untuk pembuangan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Menurut Daud, sopir kemudian kebingungan mencari lokasi pembuangan sehingga limbah tersebut dibuang di Garut dan sejumlah lokasi lainnya.<\/p>\n<p>Sebagai bentuk tanggung jawab, Daud menyatakan limbah kulit tersebut akan diangkut dan dibuang ke tempat yang semestinya setelah api benar-benar padam.<\/p>\n<p>\u201cLimbah ini setelah pendinginan dan tidak ada api akan kami angkut, dibersihkan, dan dibuang. Pembuangan ini juga tidak sembarangan, tentunya ada pihak ketiga sebagai pengelola,\u201d terangnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/222899\/warga-garut-keluhkan-bau-menyengat-dari-pembakaran-limbah-kulit\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KORAN MANDALA \u2013Pembakaran limbah kulit terjadi di Kampung Copong, RW 026, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, tepat di seberang SPBU Copong, Sabtu (19\/9\/2026). Pembakaran tersebut menimbulkan asap tebal dan bau menyengat yang dirasakan warga sekitar. Warga mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan limbah kulit tersebut dibuang maupun mulai dibakar. Seorang warga setempat, NN (45), mengatakan dirinya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109591,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109590","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109590"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109590\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109591"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}