{"id":109585,"date":"2026-09-20T13:02:50","date_gmt":"2026-09-20T06:02:50","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/20\/prabowo-seorang-pemimpin-yang-peragu\/"},"modified":"2026-09-20T13:02:50","modified_gmt":"2026-09-20T06:02:50","slug":"prabowo-seorang-pemimpin-yang-peragu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/20\/prabowo-seorang-pemimpin-yang-peragu\/","title":{"rendered":"Prabowo Seorang Pemimpin yang Peragu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan, Amien Rais melontarkan kritik terhadap gaya kepemimpinan sang presiden. Bukan sekadar soal kebijakan, Amien menilai persoalan yang lebih mendasar ada pada ketegasan Prabowo dalam menghadapi berbagai persoalan pemerintahan.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Amien Rais bahkan menyebut Prabowo sebagai pemimpin yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Ia menilai kondisi tersebut perlu segera dievaluasi karena sejumlah persoalan nasional membutuhkan tindakan yang cepat dan tegas.<\/p>\n<p>&#8220;Saya terpaksa menyimpulkan, ternyata Prabowo seorang pemimpin yang peragu, hesitating, tidak tegas, indecisif,&#8221; ucap Amien Rais dalam kanal Youtube pribadinya, dikutip Minggu (20\/9\/2026).<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635751\/prabowo-tegas-tak-ada-yang-kasihan-kepada-indonesia\">Prabowo Tegas: Tak Ada yang Kasihan kepada Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Amien mengaitkan penilaiannya dengan dinamika dukungan publik terhadap Prabowo. Menurutnya, perubahan elektabilitas seharusnya menjadi alarm bagi presiden untuk melakukan introspeksi terhadap kepemimpinannya.<\/p>\n<p>&#8220;Maaf Presiden Prabowo bila elektabilitas Presiden terus merosot dan sudah disalib Gubernur Jawa Barat, Pak KDM, Pak Kang Dedi Mulyadi, harusnya Prabowo segera mawas diri,&#8221; ungkap Amien.<\/p>\n<p>Tak hanya persoalan elektabilitas, Amien juga menyoroti kekuatan oligarki. Ia menilai Prabowo belum mampu menaklukkan kekuatan politik dan ekonomi yang menurutnya masih berpengaruh dalam pemerintahan.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah hampir dua tahun berkuasa, Prabowo gagal menaklukkan oligarki. Sebaliknya oligarki yang justru menaklukkan Prabowo,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Menurut Amien, kondisi tersebut menjadi semakin serius ketika pemerintah membutuhkan keputusan cepat dalam menghadapi persoalan nasional. Ia memperingatkan agar gaya kepemimpinan yang maju-mundur tidak terus dipertahankan.<\/p>\n<p>&#8220;Perlu penanganan yang tegas dan cepat dengan kepemimpinan Prabowo yang maju-mundur, gojak-gajak. Bisa-bisa Indonesia justru makin terburuk,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Amien kemudian mengarahkan kritiknya pada komposisi kabinet Prabowo. Ia mempertanyakan kapan sejumlah menteri yang menurutnya masih memiliki kedekatan dengan pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo akan diganti.<\/p>\n<p>&#8220;Ngomong-ngomong kapan separuh kabinet menteri-menteri yang sedang berusaha menggunting Anda dalam lipatan segera Anda reshuffle?&#8221; kata Amien.<\/p>\n<p>&#8220;Seluruh menteri yang ditanamkan Jokowi itu sunyam melawan Anda, menggunting dalam lipatan tadi. Jadi para gangster dari Solo itu punya target politik tunggal yakni hancur dan gagalkan Pemerintahan Prabowo,&#8221; lanjut Amien.<\/p>\n<p>Di tengah kritik tersebut, Amien juga memberikan nasihat kepada Prabowo agar lebih berhati-hati menerima informasi dari bawahannya. Ia mengingatkan bahwa laporan dari lingkungan pemerintahan bisa saja tidak sepenuhnya menggambarkan realitas yang terjadi di lapangan.<\/p>\n<p>&#8220;Nasihat ringan saya untuk Mas Prabowo, jangan ditelan semua laporan dari seluruh anak buah,&#8221; kata Amien.\u00a0<\/p>\n<p>Amien menyoroti kebiasaan Prabowo yang dalam pidatonya kerap menggunakan laporan sebagai dasar penyampaian informasi. Menurut dia, hal tersebut perlu disikapi secara kritis karena budaya birokrasi dapat mendorong bawahan menyampaikan kabar yang menyenangkan bagi pimpinan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya perhatikan hampir pidato Prabowo diawali dengan kata-kata berdasarkan laporan yang saya terima,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Mas Prabowo sudah paham betul bahwa laporan dari bawah tentu bernuansa budaya yang menyenangkan, bahkan meninabobokkan,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Karena itu, Amien Rais meminta Prabowo tidak hanya mengandalkan laporan dari jajaran pemerintahan. Menurutnya, kondisi sebenarnya harus dilihat dan dibandingkan dengan apa yang disampaikan oleh para bawahan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635758\/amien-rais-prabowo-seorang-pemimpin-yang-peragu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan, Amien Rais melontarkan kritik terhadap gaya kepemimpinan sang presiden. Bukan sekadar soal kebijakan, Amien menilai persoalan yang lebih mendasar ada pada ketegasan Prabowo dalam menghadapi berbagai persoalan pemerintahan. Amien Rais bahkan menyebut Prabowo sebagai pemimpin yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Ia menilai kondisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41643,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-109585","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109585","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109585"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109585\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41643"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109585"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109585"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109585"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}