{"id":109046,"date":"2026-09-19T19:41:41","date_gmt":"2026-09-19T12:41:41","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/19\/haji-isam-bidik-10-miliar-saham-byan-babak-baru-bisnis-batu-bara-dimulai\/"},"modified":"2026-09-19T19:41:41","modified_gmt":"2026-09-19T12:41:41","slug":"haji-isam-bidik-10-miliar-saham-byan-babak-baru-bisnis-batu-bara-dimulai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/19\/haji-isam-bidik-10-miliar-saham-byan-babak-baru-bisnis-batu-bara-dimulai\/","title":{"rendered":"Haji Isam Bidik 10 Miliar Saham BYAN, Babak Baru Bisnis Batu Bara Dimulai?"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Nama Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam kembali menjadi sorotan setelah PT Jhonlin Baratama meneken perjanjian jual beli saham bersyarat dengan pendiri sekaligus pemegang saham utama PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, dan putrinya, Elaine Low.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Direktur Bayan Resources Jenny Quantero mengatakan perjanjian tersebut telah ditandatangani oleh kedua pihak pada 16 September 2026.<\/p>\n<p>\u201cPerjanjian tersebut telah ditandatangani oleh kedua pihak pada tanggal 16 September 2026,\u201d ujar Jenny dalam keterangan resminya, Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n<p>Perjanjian tersebut mencakup pengalihan 10.000.000.500 saham BYAN kepada Jhonlin Baratama. Jumlah itu setara sekitar 30% dari total 33.333.335.000 saham Bayan Resources yang telah diterbitkan.<\/p>\n<p>Jika seluruh kondisi pendahuluan dalam perjanjian terpenuhi, Jhonlin Baratama akan menjadi pemegang sekitar 30% saham BYAN. Dengan demikian, transaksi ini berpotensi menjadi langkah besar bagi kelompok usaha Haji Isam untuk memperluas pijakan di bisnis batu bara melalui salah satu emiten besar di Bursa Efek Indonesia.<\/p>\n<p>Transaksi tersebut belum efektif sepenuhnya karena masih harus memenuhi sejumlah persyaratan. Sebelum pengalihan saham, Low Tuck Kwong dan Elaine Low secara bersama-sama menguasai sekitar 62% saham Bayan. Setelah transaksi terealisasi, komposisi kepemilikan BYAN akan berubah, meski keluarga Low tetap mempertahankan sebagian sahamnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635498\/profil-bayan-resources-dari-bisnis-kontraktor-low-tuck-kwong-hingga-dibidik-haji-isam\">Profil Bayan Resources, dari Bisnis Kontraktor Low Tuck Kwong hingga Dibidik Haji Isam<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Low Tuck Kwong merupakan pendiri Bayan Resources yang membangun bisnisnya di Indonesia sejak awal 1970-an. Dari bisnis tersebut, Low kemudian mengembangkan Bayan menjadi salah satu perusahaan pertambangan batu bara terintegrasi di Indonesia.<\/p>\n<p>Forbes mencatat kekayaan bersih Low Tuck Kwong sekitar US$19 miliar atau setara Rp337,4 triliun dengan kurs Rp17.758 per dolar AS per 19 September 2026. Nilai tersebut dapat berubah mengikuti pergerakan aset dan saham yang menjadi bagian dari kekayaannya.<\/p>\n<p>Meski 10 miliar saham BYAN akan dialihkan kepada Jhonlin Baratama, Low tidak sepenuhnya keluar dari Bayan. Sebagian saham tetap berada dalam kepemilikan keluarga Low setelah transaksi tersebut terealisasi.<\/p>\n<h2>Bisnis Jhonlin Makin Melebar<\/h2>\n<p>Jhonlin Baratama merupakan bagian dari Jhonlin Group yang didirikan dan dikembangkan oleh Haji Isam. Kelompok usaha tersebut memiliki sejarah kuat di sektor pertambangan dan kontraktor pertambangan, sebelum berkembang ke sejumlah bidang lain, seperti perkebunan kelapa sawit, biodiesel, logistik dan transportasi.<\/p>\n<p>Jika transaksi BYAN rampung, Jhonlin akan memiliki eksposur langsung terhadap bisnis batu bara melalui kepemilikan sekitar 30% saham Bayan.<\/p>\n<p>Sebelumnya, jaringan bisnis yang terafiliasi dengan Haji Isam juga telah memiliki kepentingan di sejumlah perusahaan tercatat.<\/p>\n<p>Di antaranya PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan pengolahan biodiesel, serta PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) di sektor perkebunan kelapa sawit.<\/p>\n<p>Haji Isam juga memiliki keterkaitan dengan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik batu bara.<\/p>\n<p>Pada 2026, jaringan bisnis Haji Isam turut masuk ke PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) melalui kepemilikan sekitar 21,11% saham dengan nilai transaksi sekitar Rp936,65 miliar.<\/p>\n<p>Dengan tambahan BYAN jika transaksi terealisasi, portofolio kelompok usaha Haji Isam di pasar modal akan semakin luas, mencakup bisnis batu bara, sawit dan biodiesel, hingga logistik.<\/p>\n<p>Besarnya jumlah saham yang akan dialihkan membuat nilai pasar kepemilikan tersebut mencapai lebih dari Rp100 triliun.<\/p>\n<p>Sebagai ilustrasi, saham BYAN ditutup di level Rp11.525 per saham pada 17 September 2026. Dengan harga tersebut, 10.000.000.500 saham yang menjadi objek transaksi memiliki nilai pasar sekitar Rp115,25 triliun.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635466\/moodys-turunkan-outlook-bayan-resources-byan-jadi-negatif-ini-penyebabnya\">Moody\u2019s Turunkan Outlook Bayan Resources (BYAN) Jadi Negatif, Ini Penyebabnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read634793\/saham-bayan-resources-byan-anjlok-tajam-akibat-force-majeure-3-anak-usaha\">Saham Bayan Resources (BYAN) Anjlok Tajam akibat Force Majeure 3 Anak Usaha<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Namun, angka tersebut bukan nilai akuisisi. Harga transaksi yang disepakati Jhonlin Baratama dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low belum diumumkan, sehingga nilai pasar berdasarkan harga saham BEI tidak dapat disamakan dengan harga pembelian.<\/p>\n<p>Nilai pasar tersebut juga tidak dapat langsung digunakan untuk menghitung tambahan kekayaan Haji Isam. Saham BYAN akan dimiliki melalui PT Jhonlin Baratama, sementara struktur transaksi, sumber pendanaan dan harga pembelian final belum diketahui publik.<\/p>\n<h2>Kekayaan Haji Isam Belum Bisa Dibandingkan dengan Low Tuck Kwong<\/h2>\n<p>Besarnya nilai saham yang menjadi objek transaksi memunculkan pertanyaan mengenai posisi kekayaan Haji Isam dibandingkan dengan Low Tuck Kwong. Namun, keduanya belum dapat dibandingkan secara langsung berdasarkan data yang tersedia.<\/p>\n<p>Forbes mencatat kekayaan Low sekitar US$19 miliar atau Rp337,4 triliun per 19 September 2026. Sementara itu, belum tersedia angka kekayaan bersih Haji Isam dari Forbes dengan metode penghitungan yang sama.<\/p>\n<p>Kekayaan bersih seseorang juga tidak hanya berasal dari kepemilikan saham perusahaan terbuka. Perusahaan privat, properti, aset lainnya, kewajiban serta struktur kepemilikan turut menjadi faktor dalam perhitungannya.<\/p>\n<p>Karena itu, nilai pasar sekitar Rp115,25 triliun untuk 30% saham BYAN hanya menunjukkan nilai indikatif kepemilikan berdasarkan harga saham di pasar, bukan total kekayaan Haji Isam.<\/p>\n<p>Jika seluruh kondisi pendahuluan terpenuhi, Jhonlin Baratama akan menguasai sekitar 30% saham BYAN. Bagi Jhonlin, transaksi ini berpotensi menjadi ekspansi besar ke bisnis batu bara sekaligus memperluas portofolio usaha di pasar modal.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Sementara bagi Bayan Resources, pengalihan 10 miliar saham tersebut akan menjadi perubahan penting dalam komposisi pemegang saham setelah bertahun-tahun berada di bawah kendali keluarga Low Tuck Kwong.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635704\/haji-isam-bidik-10-miliar-saham-byan-babak-baru-bisnis-batu-bara-dimulai\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Nama Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam kembali menjadi sorotan setelah PT Jhonlin Baratama meneken perjanjian jual beli saham bersyarat dengan pendiri sekaligus pemegang saham utama PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, dan putrinya, Elaine Low. Direktur Bayan Resources Jenny Quantero mengatakan perjanjian tersebut telah ditandatangani oleh kedua pihak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":77840,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-109046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109046"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109046\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/77840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}