{"id":108662,"date":"2026-09-19T08:55:15","date_gmt":"2026-09-19T01:55:15","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/19\/saking-pintarnya-jadi-goblok-prabowo-sentil-pakar-yang-kritik-pemerintah\/"},"modified":"2026-09-19T08:55:15","modified_gmt":"2026-09-19T01:55:15","slug":"saking-pintarnya-jadi-goblok-prabowo-sentil-pakar-yang-kritik-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/19\/saking-pintarnya-jadi-goblok-prabowo-sentil-pakar-yang-kritik-pemerintah\/","title":{"rendered":"&#8216;Saking Pintarnya Jadi Goblok&#8217;, Prabowo Sentil Pakar yang Kritik Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran keras kepada sejumlah pihak yang disebutnya sebagai pakar dan kerap mengkritik kebijakan pemerintah. Dalam pidatonya, Prabowo bahkan menyebut ada pakar yang menurutnya justru menjadi \u201cgoblok\u201d karena terlalu merasa pintar.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18\/9\/2026). Ia mengatakan tidak terlalu mempersoalkan kritik yang diarahkan kepadanya, tetapi keberatan jika kritik tersebut menurutnya berubah menjadi fitnah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">\u201cTerserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pintarnya jadi goblok,\u201d ujar Prabowo dalam pidatonya. Pernyataan itu kemudian menjadi salah satu bagian yang paling menonjol dari pidatonya ketika membahas kritik dari kalangan yang disebutnya memiliki kepakaran.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Prabowo kemudian menjelaskan bahwa dirinya mengetahui pernyataan tersebut kemungkinan akan dipotong dan diulang. Namun, ia tetap melanjutkan pembicaraan dengan mengaitkan kritik yang ia persoalkan dengan tudingan fitnah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">\u201cPAN kan juga ada basis agamis. Kalau tidak salah ada hadis yang bunyinya fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Surat Al-Baqarah ayat 191. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Menurut Prabowo, terdapat beberapa pakar yang melontarkan pernyataan yang ia kategorikan sebagai fitnah terkait gagasan dan kebijakan yang dijalankan pemerintah. Meski demikian, ia mengatakan memilih tidak memperpanjang persoalan tersebut dan hanya mencatat apa yang disampaikan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">\u201cAda beberapa pakar saking pakarnya, dia melontarkan fitnah saudara-saudara. Tapi sudahlah kita bangsa besar, kuat, saya pun mencatat saja. Kalau dia sadar saya maafkan,\u201d kata Prabowo.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Setelah melontarkan kritik tersebut, Prabowo justru menggeser pembicaraan pada tanggung jawab seorang intelektual. Ia mengingatkan bahwa kepakaran dan kecerdasan, menurutnya, harus berjalan bersama kejujuran ketika seseorang menyampaikan pandangan kepada publik.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">\u201cTapi saya ingatkan, kalau anda punya kepintaran, jangan lupa, seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual. Intelektual honesty,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Prabowo kemudian menjelaskan bahwa dirinya memiliki ukuran sendiri dalam menjalankan pemerintahan. Ia menegaskan sumpah sebagai presiden adalah melihat Indonesia menjadi negara yang terhormat dan masyarakatnya hidup sejahtera.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">\u201cKita ingin rakyat kita sejahtera, saya dari kecil saya di sumpah saya siap waktu itu, 18 tahun saya siap mati untuk negara ini. Saya ingin membela bangsa saya, untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat indonesia sejahtera, tidak ada orang lapar di Indonesia,\u201d ujar Prabowo.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Menurut Prabowo, kesejahteraan tersebut juga berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak Indonesia. Ia tidak ingin ada anak yang berangkat sekolah dalam kondisi lapar atau mengalami kekurangan gizi hingga mengalami gangguan pertumbuhan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">\u201cTidak ada anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan, tidak ada anak Indonesia yang stunting yang tidak dapat gizi, sehingga tulangnya lemah, ototnya lemah, sel otaknya lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain, saya tidak ingin melihat itu,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635647\/presiden-prabowo-tegaskan-pendidikan-negeri-harus-gratis-termasuk-universitas\">Presiden Prabowo Tegaskan Pendidikan Negeri Harus Gratis, Termasuk Universitas<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Prabowo menilai kondisi anak-anak tersebut berkaitan langsung dengan masa depan Indonesia. Karena itu, ia mengatakan persoalan kesejahteraan dan gizi menjadi bagian dari tanggung jawab yang ingin ia jalankan selama memimpin pemerintahan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Ia kemudian kembali menyinggung kritik dari para pakar dan menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menjadikan perbedaan pandangan sebagai alasan untuk mengubah komitmen yang sudah ia tetapkan. Bagi Prabowo, kritik tetap dapat disampaikan, tetapi ia meminta kalangan intelektual menjaga kejujuran dalam menyampaikan pendapat.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Pernyataan Prabowo tersebut disampaikan dalam konteks pidatonya mengenai cita-cita membangun Indonesia yang lebih sejahtera. Identitas pakar yang menjadi sasaran sindirannya maupun pernyataan spesifik yang ia kategorikan sebagai fitnah tidak disebutkan secara rinci dalam pidato tersebut.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635667\/saking-pintarnya-jadi-goblok-prabowo-sentil-pakar-yang-kritik-pemerintah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran keras kepada sejumlah pihak yang disebutnya sebagai pakar dan kerap mengkritik kebijakan pemerintah. Dalam pidatonya, Prabowo bahkan menyebut ada pakar yang menurutnya justru menjadi \u201cgoblok\u201d karena terlalu merasa pintar. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18\/9\/2026). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":96254,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-108662","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 hours ago","modified":"4 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108662","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108662"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108662\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/96254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}