{"id":107973,"date":"2026-09-18T13:45:22","date_gmt":"2026-09-18T06:45:22","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/18\/ksal-kri-sriwijaya-diprioritaskan-untuk-operasi-bencana-alam\/"},"modified":"2026-09-18T13:45:22","modified_gmt":"2026-09-18T06:45:22","slug":"ksal-kri-sriwijaya-diprioritaskan-untuk-operasi-bencana-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/18\/ksal-kri-sriwijaya-diprioritaskan-untuk-operasi-bencana-alam\/","title":{"rendered":"KSAL: KRI Sriwijaya Diprioritaskan untuk Operasi Bencana Alam"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>Kapal induk Giuseppe Garibaldi akan diarahkan terutama untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP) setelah dihibahkan pemerintah Italia kepada Indonesia. Kapal tersebut dijadwalkan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September 2026.<\/p>\n<p>Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, fokus pemanfaatan kapal itu berkaitan dengan kebutuhan Indonesia dalam menghadapi bencana alam serta menyalurkan bantuan ke wilayah terpencil. Kemampuan membawa banyak helikopter dinilai menjadi keunggulan penting untuk menjalankan misi tersebut.<\/p>\n<h2>Diprioritaskan untuk Penanganan Bencana<\/h2>\n<p>Ali menyampaikan hal itu di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18\/9\/2026), saat Giuseppe Garibaldi akan bersandar di dermaga tersebut. Kapal itu tampak dikawal dalam proses menuju lokasi sandar.<\/p>\n<p>\u201cKemudian kapal ini juga nantinya akan lebih kita gunakan untuk kepentingan OMSP atau Operasi Militer Selain Perang. Namun juga bisa digunakan untuk kepentingan militer, untuk perang. Tapi kita fokuskan terutama untuk OMSP, di mana negara kita ini banyak bencana alam ya,\u201d kata Ali.<\/p>\n<p>Menurut dia, keberadaan kapal tersebut akan memperkuat kapasitas TNI AL dalam mengirim bantuan kepada daerah yang terdampak bencana. Dukungan itu terutama dibutuhkan untuk wilayah yang sulit dijangkau menggunakan jalur darat maupun laut.<\/p>\n<p>Dalam skenario penanganan bencana, kapal akan berfungsi sebagai platform yang dapat membawa banyak helikopter. Pesawat tersebut kemudian dapat digunakan untuk mengangkut dan menjatuhkan logistik ke berbagai lokasi yang membutuhkan bantuan.<\/p>\n<p>\u201cJadi kita sangat butuh kapal atau platform yang bisa membawa banyak helikopter, karena dengan helikopter ini logistik akan bisa banyak di-drop dengan cepat dan ke seluruh area-area yang remote, yang daerah terpencil pun dengan helikopter bisa di-drop,\u201d ujar Ali.<\/p>\n<h2>Tetap Bisa Mendukung Kepentingan Militer<\/h2>\n<p>Meski OMSP menjadi prioritas, Ali menegaskan Giuseppe Garibaldi juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan militer dalam konteks perang. Namun, penggunaan utama kapal setelah menjadi KRI Sriwijaya tetap diarahkan pada operasi selain perang, termasuk dukungan terhadap penanganan bencana alam.<\/p>\n<p>Dengan kemampuan membawa banyak helikopter, kapal tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat distribusi logistik ke area-area terpencil. Jalur udara melalui helikopter memungkinkan bantuan dikirim ke lokasi yang tidak mudah dijangkau melalui akses darat atau laut.<\/p>\n<p><a target=\"_blank\" href=\"https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1751171\/14\/kri-sriwijaya-diprioritaskan-untuk-operasi-militer-selain-perang-ksal-indonesia-banyak-bencana-alam-1789708156\">Source link<\/a><\/p>\n<p>\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t\t\t\t<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/portalberita.info\/2026\/09\/18\/ksal-kri-sriwijaya-diprioritaskan-untuk-operasi-bencana-alam\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kapal induk Giuseppe Garibaldi akan diarahkan terutama untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP) setelah dihibahkan pemerintah Italia kepada Indonesia. Kapal tersebut dijadwalkan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September 2026. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, fokus pemanfaatan kapal itu berkaitan dengan kebutuhan Indonesia dalam menghadapi bencana alam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31685,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-107973","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107973","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107973"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107973\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31685"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107973"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107973"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107973"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}