{"id":107288,"date":"2026-09-17T18:36:05","date_gmt":"2026-09-17T11:36:05","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/17\/pasar-barang-mewah-tumbuh-luxpawn-dorong-pemilik-kelola-nilai-aset\/"},"modified":"2026-09-17T18:36:05","modified_gmt":"2026-09-17T11:36:05","slug":"pasar-barang-mewah-tumbuh-luxpawn-dorong-pemilik-kelola-nilai-aset","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/17\/pasar-barang-mewah-tumbuh-luxpawn-dorong-pemilik-kelola-nilai-aset\/","title":{"rendered":"Pasar Barang Mewah Tumbuh, Luxpawn Dorong Pemilik Kelola Nilai Aset"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Pasar barang mewah di Indonesia terus menunjukkan potensi pertumbuhan. Visa Business and Economic Insights memproyeksikan belanja barang mewah menggunakan kartu yang diterbitkan di Indonesia mencapai\u00a0US$3,1 miliar pada 2026. Angka tersebut mencakup transaksi pemegang kartu Indonesia di berbagai negara, sehingga tidak terbatas pada pembelian di dalam negeri.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Di sisi lain, JLL memperkirakan Indonesia menjadi salah satu negara di ASEAN dengan pertumbuhan jumlah konsumen barang mewah yang kuat. Perkembangan tersebut turut membuka pembahasan mengenai bagaimana pemilik dapat mengelola nilai aset setelah pembelian, termasuk ketika membutuhkan fleksibilitas finansial.<\/p>\n<p>Perusahaan\u00a0<em>luxury asset financing<\/em>\u00a0Luxpawn menawarkan pembiayaan berbasis aset sebagai salah satu pilihan bagi pemilik yang membutuhkan likuiditas tanpa harus langsung menjual asetnya.<\/p>\n<p>Langkah tersebut diperkuat dengan pembukaan Lounge kedua Luxpawn di kawasan ASHTA District 8, Prosperity Tower, SCBD, Jakarta Selatan. Lounge tersebut menyediakan ruang konsultasi privat bagi pemilik jam tangan mewah, tas desainer, perhiasan, emas, kendaraan mewah, hingga barang koleksi bernilai tinggi.<\/p>\n<p>Founder Luxpawn Sandy Soetjianto mengatakan aset mewah tidak hanya memiliki nilai konsumsi atau koleksi, tetapi juga dapat memiliki nilai finansial yang dapat dipertimbangkan pemilik ketika membutuhkan likuiditas.<\/p>\n<p>\u201cSelama ini, kepemilikan aset mewah lebih sering dikaitkan dengan status,\u00a0<em>lifestyle<\/em>, dan\u00a0<em>personal enjoyment<\/em>. Kami melihat ada dimensi lain dari sebuah kepemilikan, yaitu nilai finansial yang terdapat di dalam aset tersebut,\u201d ujar Sandy dalam keterangannya, Rabu (16\/9\/2026).<\/p>\n<p>\u201cLuxpawn hadir untuk membantu pemilik aset mengakses nilai tersebut melalui proses yang profesional,\u00a0<em>discreet<\/em>, dan tetap menghargai karakteristik dari setiap aset,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Luxpawn menilai nilai barang mewah tidak semata-mata ditentukan oleh harga saat pembelian atau popularitas suatu merek. Kondisi fisik, keaslian, karakteristik barang, serta kondisi pasar saat ini turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan.<\/p>\n<p>Perusahaan menggunakan pendekatan yang disebut\u00a0<em>curated valuation<\/em>, yang dilengkapi proses\u00a0<em>authentication<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>verification<\/em>. Penilaian tersebut menjadi dasar untuk membahas pilihan pembiayaan serta ketentuan yang berlaku bagi pemilik aset.<\/p>\n<p>Pendekatan tersebut juga mempertimbangkan perbedaan kondisi masing-masing barang. Dua jam tangan dari merek yang sama, misalnya, dapat memiliki nilai berbeda karena kondisi maupun karakteristiknya tidak selalu identik. Hal serupa berlaku pada tas, perhiasan, dan barang koleksi lainnya.<\/p>\n<p>Dengan proses penilaian tersebut, pemilik dapat mengetahui nilai asetnya sebelum mempertimbangkan pilihan pembiayaan yang tersedia.<\/p>\n<p>Selain penilaian aset, Luxpawn menempatkan aspek privasi dalam layanan pembiayaannya. Perusahaan menyediakan ruang konsultasi untuk membahas aset dan kebutuhan finansial pemilik secara personal.<\/p>\n<p>Lounge kedua di SCBD dirancang agar pemilik dapat memperoleh penjelasan mengenai tahapan layanan, proses penilaian, serta kewajiban pembiayaan sebelum mengambil keputusan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635112\/mixue-punya-2000-gerai-di-indonesia-kini-fokus-profit-tiap-toko\">Mixue Punya 2.000 Gerai di Indonesia, Kini Fokus Profit Tiap Toko<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read631157\/jadi-gerai-ke-100-digiplus-buka-gerai-free-standing-pertama-di-jakarta-selatan\">Jadi Gerai ke-100, Digiplus Buka Gerai Free Standing Pertama di Jakarta Selatan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kehadiran lounge tersebut sekaligus memperluas akses konsultasi Luxpawn di Jakarta. Perusahaan melihat aset mewah tidak hanya berkaitan dengan pengalaman membeli dan memiliki, tetapi juga dapat menjadi salah satu pilihan ketika pemilik membutuhkan fleksibilitas finansial.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Meski demikian, meningkatnya belanja barang mewah tidak secara otomatis menunjukkan bahwa seluruh pemilik aset membutuhkan pembiayaan. Bagi pemilik yang ingin mempertahankan aset sekaligus menjajaki akses terhadap likuiditas, pemahaman mengenai nilai aset dan ketentuan pembiayaan menjadi bagian penting sebelum mengambil keputusan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read635347\/pasar-barang-mewah-tumbuh-luxpawn-dorong-pemilik-kelola-nilai-aset\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Pasar barang mewah di Indonesia terus menunjukkan potensi pertumbuhan. Visa Business and Economic Insights memproyeksikan belanja barang mewah menggunakan kartu yang diterbitkan di Indonesia mencapai\u00a0US$3,1 miliar pada 2026. Angka tersebut mencakup transaksi pemegang kartu Indonesia di berbagai negara, sehingga tidak terbatas pada pembelian di dalam negeri. Di sisi lain, JLL memperkirakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107289,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-107288","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"28 minutes ago","modified":"28 minutes ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107288","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107288"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107288\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107288"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107288"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107288"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}