{"id":106190,"date":"2026-09-16T14:10:16","date_gmt":"2026-09-16T07:10:16","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/16\/anak-muda-paling-banyak-pakai-pinjol-tapi-sulit-bayar\/"},"modified":"2026-09-16T14:10:16","modified_gmt":"2026-09-16T07:10:16","slug":"anak-muda-paling-banyak-pakai-pinjol-tapi-sulit-bayar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/16\/anak-muda-paling-banyak-pakai-pinjol-tapi-sulit-bayar\/","title":{"rendered":"Anak Muda Paling Banyak Pakai Pinjol, Tapi Sulit Bayar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kelompok usia muda menjadi penyumbang terbesar pembiayaan bermasalah pada industri pinjaman daring (Pindar) per Juli 2026.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan kelompok usia 19-34 tahun menyumbang 48,22 persen dari total\u00a0<em>outstanding<\/em>\u00a0bermasalah industri Pindar.<\/p>\n<p>\u201cPembiayaan bermasalah industri Pindar pada Juli 2026 didominasi oleh kelompok usia 19-34 tahun dengan porsi 48,22% dari total outstanding bermasalah,\u201d kata Agusman dalam lembar jawaban tertulis, Rabu (16\/9\/2026).<\/p>\n<p>Berdasarkan jenis kelamin, pembiayaan bermasalah tersebut didominasi debitur laki-laki dengan porsi 54,22 persen.<\/p>\n<p>OJK tidak hanya memantau besaran pembiayaan bermasalah, tetapi juga karakteristik debitur yang membentuk portofolio tersebut. Pendekatan itu menjadi bagian dari pengawasan terhadap kualitas pembiayaan industri Pindar.<\/p>\n<p>Agusman mengatakan penyelenggara Pindar perlu memperkuat proses penilaian calon debitur untuk menjaga kualitas pembiayaan yang disalurkan.<\/p>\n<p>\u201cOJK terus mencermati perkembangan kualitas pembiayaan Pindar berdasarkan karakteristik debitur,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read634755\/ojk-batalkan-rencana-pembatasan-pinjaman-maksimal-di-3-pinjol-masyarakat-kini-bebas-ngutang\">OJK Batalkan Rencana Pembatasan Pinjaman Maksimal di 3 Pinjol, Masyarakat Kini Bebas Ngutang<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read633946\/pembiayaan-pinjol-tembus-rp10563-triliun-afpi-peringatkan-risiko-gagal-bayar-makin-besar\">Pembiayaan Pinjol Tembus Rp105,63 Triliun, AFPI Peringatkan Risiko Gagal Bayar Makin Besar<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read633090\/utang-warga-ri-makin-gemuk-pinjol-tumbuh-2476-hingga-tembus-rp10563-triliun\">Utang Warga RI Makin Gemuk, Pinjol Tumbuh 24,76% hingga Tembus Rp105,63 Triliun<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut OJK, penguatan kualitas\u00a0<em>credit scoring<\/em>\u00a0menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan penyelenggara untuk mengantisipasi risiko pembiayaan bermasalah. Penilaian tersebut perlu berjalan bersama penerapan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cPenyelenggara Pindar terus didorong untuk meningkatkan kualitas credit scoring dalam pemberian pembiayaan, termasuk melalui penerapan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian,\u201d ujar Agusman.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read634993\/anak-muda-paling-banyak-pakai-pinjol-tapi-sulit-bayar\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kelompok usia muda menjadi penyumbang terbesar pembiayaan bermasalah pada industri pinjaman daring (Pindar) per Juli 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan kelompok usia 19-34 tahun menyumbang 48,22 persen dari total\u00a0outstanding\u00a0bermasalah industri Pindar. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":56507,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-106190","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106190","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106190"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106190\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}