Sunday, September 27News That Matters

Business

‘Terlalu Banyak Janji,’ Senator Amerika Ingin Menhannya Trump Dicopot Gegara Kacaunya Negosiasi Iran

‘Terlalu Banyak Janji,’ Senator Amerika Ingin Menhannya Trump Dicopot Gegara Kacaunya Negosiasi Iran

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran justru memicu gejolak politik baru di Washington. Sejumlah anggota Kongres  mengkritik memorandum of understanding (MoU) yang disepakati pemerintahan Presiden AS Donald Trump, bahkan menyeret posisi Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Senator Demokrat dari Connecticut, Richard Blumenthal secara terbuka menyebut kekacauan dalam negosiasi dengan Iran dapat berujung pada perubahan besar di pemerintahan Trump, termasuk pencopotan Hegseth. Baca Juga: Maju-mundur Kena, Posisi Netanyahu Kini Terpojok Usai Tercapainya Kesepakatan Damai Iran-Amerika "Reaksi awal saya adalah kesalahan besar ini berarti mungkin akan ada perubahan di pemerintahan. MoU ini memiliki begitu banyak lubang dan celah, serta m...
Glory Harimas ‘Diistimewakan’ Dadan Hidayana, Tersangka Baru Korupsi MBG

Glory Harimas ‘Diistimewakan’ Dadan Hidayana, Tersangka Baru Korupsi MBG

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Terungkapnya praktik jual beli titik dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyeret satu nama baru ke pusaran kasus korupsi tata kelola program tersebut. Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing, sebagai tersangka baru karena memiliki akses khusus terhadap penentuan lokasi dapur MBG. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa Glory Harimas Sihombing (GHS) dan menemukan setidaknya dua alat bukti yang cukup. Baca Juga: 'Saya Merasa Sedih,' Presiden Amerika Berikan Dukungannya ke Sekutu Iran Gegara Terus Dibom Israel "Pada hari ini, Kamis tanggal 18 Juni 20...
‘Kesepakatan Harus Dilindungi,’ Iran Waspadai Upaya Sabotase Hasil Perjanjian dengan Amerika

‘Kesepakatan Harus Dilindungi,’ Iran Waspadai Upaya Sabotase Hasil Perjanjian dengan Amerika

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Mantan Presiden Iran, Hassan Rouhani meminta pemerintah dan rakyatnya tetap waspada terhadap potensi upaya sabotase setelah tercapainya memorandum of understanding (MoU) antara Teheran dan Amerika Serikat (AS). Rouhani menilai kesepakatan awal tersebut merupakan pencapaian penting bagi Iran, tetapi menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai pada fase implementasi. Ia mengingatkan bahwa pencapaian awal perjanjian harus dijaga dari berbagai upaya yang berpotensi menggagalkan proses perdamaian. Baca Juga: 'Tak Perlu Runtuhkan Setiap Gedung,' Presiden Amerika Nilai Taktik Israel di Lebanon Sangatlah Buruk "Prestasi dari kesepakatan awal ini harus dilindungi, dan rakyat Iran harus tetap waspada terhadap berbagai plot musuh dan pelanggaran...
‘Saatnya Bilang Cukup ke Trump,’ Israel Tidak Senang dengan Kesepakatan Damai Iran-Amerika

‘Saatnya Bilang Cukup ke Trump,’ Israel Tidak Senang dengan Kesepakatan Damai Iran-Amerika

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu gelombang kemarahan di Israel. Sejumlah tokoh politik secara terbuka mengkritik langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Iayang menyepakati memorandum of understanding (MoU) dinilai melakukan blunder karena kesepakatan itu justru menguntungkan Iran. Dikutip dari Reuters, Jumat (18/6), Seorang Pejabat Senior Israel yang dekat dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa negaranya tidak berniat mengubah posisinya terkait pendudukan di Lebanon. Baca Juga: 'Saya Merasa Sedih,' Presiden Amerika Berikan Dukungannya ke Sekutu Iran Gegara Terus Dibom Israel Menurutnya, Israel saat ini sedang menjalani "negosiasi keras kepala" dengan untuk mempertahankan pasukannya dalam negara ...
Netizen Kaitkan Gol Ghana dengan Ritual ‘Magic Powder’ El Man

Netizen Kaitkan Gol Ghana dengan Ritual ‘Magic Powder’ El Man

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Ghana meraih kemenangan dramatis atas Panama pada laga Grup L Piala Dunia 2026 setelah mencetak gol penentu di masa injury time. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Toronto, Kanada, Rabu (17/6/2026), berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tim berjuluk Black Stars tersebut. Gol tunggal kemenangan Ghana dicetak Caleb Yirenkyi pada menit ke-90+5 melalui skema serangan balik cepat yang memupus harapan Panama membawa pulang poin. Kekalahan Panama langsung memicu perbincangan di media sosial. Selain karena gol dramatis di penghujung laga, perhatian publik juga tertuju pada aksi suporter ikonik Panama yang dikenal dengan nama "El Man". Sosok tersebut kembali viral setelah kamera menangkap aksinya menaburkan bubuk misterius atau yang kerap diseb...
‘Pasar Saham Aja Cetak Rekor,’ Trump Sebut Hanya Orang Bodoh yang Tak Suka Kesepakatan Amerika-Iran

‘Pasar Saham Aja Cetak Rekor,’ Trump Sebut Hanya Orang Bodoh yang Tak Suka Kesepakatan Amerika-Iran

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan respons keras terhadap gelombang kritik yang muncul setelah tercapainya nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Washington dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Trump bahkan menyebut pihak-pihak yang menolak kesepakatan tersebut sebagai orang yang iri, jahat, atau bodoh. Baca Juga: 'Saya Merasa Sedih,' Presiden Amerika Berikan Dukungannya ke Sekutu Iran Gegara Terus Dibom Israel "Orang-orang bodoh ini, yang mengira saya belum cukup keras terhadap Iran, padahal pasar saham baru saja mencapai rekor tertinggi dan harga minyak merosot," tulis Trump melalui media sosial Truth Social, dikutip Jumat (19/6/2026). "Mereka iri, orang jahat, atau bodoh," tambahnya. Pernya...
‘Tak Penuhi Satu Pun Tujuan Perang,’ Publik Amerika Kritik Pedas Kesepakatan Trump dengan Iran

‘Tak Penuhi Satu Pun Tujuan Perang,’ Publik Amerika Kritik Pedas Kesepakatan Trump dengan Iran

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi sasaran kritik tajam dari sejumlah media besar di negaranya sendiri setelah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Kesepakatan itu justru memicu perdebatan luas di AS. Tidak hanya dari kalangan penentang perang, sejumlah pendukung kebijakan keras terhadap Iran juga menilai Trump memberikan terlalu banyak konsesi kepada Teheran tanpa memperoleh hasil strategis yang sepadan. Baca Juga: 'Saya Merasa Sedih,' Presiden Amerika Berikan Dukungannya ke Sekutu Iran Gegara Terus Dibom Israel Jaringan Televisi AS, MS NOW menilai pemerintahan Trump telah menyetujui perpanjangan gencatan senjata yang gagal memenuhi tujuan utama perang. "Gedung Put...
‘2000 Amunisi ke Ribuan Sasaran,’ Begini Kemampuan Grok Elon Musk Bantu Serangan Amerika ke Iran

‘2000 Amunisi ke Ribuan Sasaran,’ Begini Kemampuan Grok Elon Musk Bantu Serangan Amerika ke Iran

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkap kemampuan luar biasa kecerdasan buatan (AI) Grok milik Elon Musk yang digunakan untuk mendukung operasi militer terhadap Iran. Kepala Bidang AI Pentagon, Cameron Stanley menyebut model Grok telah diintegrasikan ke dalam Project Maven yang mana merupakan sistem penargetan militer berbasis AI milik AS. Ia mengungkapkan bahwa teknologi tersebut memberikan lonjakan besar dalam efisiensi operasional militer. Baca Juga: 'FIFA Tak Bisa Apa-apa,' Iran Dibiarkan Sendiri Hadapi Kebijakan Amerika di Piala Dunia 2026 "Sistem Cerdas Maven memungkinkan pasukan AS meluncurkan lebih dari 2.000 amunisi ke 2.000 sasaran berbeda dalam waktu 96 jam selama Operasi Epic Fury," ujarnya, dikutip Jumat (19/6). Operation Epic Fu...
‘Pada Peristiwa Apa Saya Tak Berpihak Pada Rakyat?’

‘Pada Peristiwa Apa Saya Tak Berpihak Pada Rakyat?’

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, terlibat perdebatan panas dengan seorang mahasiswa dalam diskusi publik bertajuk “Perlukah Reformasi Jilid 2?” di Cafe & Resto Sadjoe, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026) malam. Aktivis Reformasi 1998 ini mendadak naik pitam setelah dijuluki "pelacur reformasi" oleh Natael Bremana, seorang mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Jateng-DIY. "Apa ukurannya pelacur?" tanya Budiman. "Jual diri," jawab Nathaniel. "Apa yang saya jual?" tanya dia lagi. "Keberpihakan pada rakyat," jawab Nathaniel. "Keberpihakan pada rakyat? Oke. Pada peristiwa apa saya misalnya saya tidak berpihak pada rakyat?," tanya Budiman lagi dari atas panggung ...
Israel Kangkangi Trump, Ogah Mundur dari Lebanon Meski Sudah Ada Kesepakatan Damai Amerika-Iran

Israel Kangkangi Trump, Ogah Mundur dari Lebanon Meski Sudah Ada Kesepakatan Damai Amerika-Iran

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membangun perdamaian dengan Iran menghadapi ujian baru. Israel dilaporkan menolak menarik pasukannya dari Lebanon, meski memorandum of understanding (MoU) antara Washington dan Teheran secara jelas menyerukan penghentian operasi militer di negara tersebut. Militer Israel (Israel Defense Forces/IDF) menegaskan bahwa pasukannya masih akan tetap berada di zona keamanan sekitar 10 kilometer di dalam wilayah Lebanon. Menurut IDF, keberadaan pasukan tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan melindungi komunitas di wilayah utara Israel. Baca Juga: 'Kami Tak Butuh Mereka,' Amerika Klaim Mampu Bersihkan Ranjau Iran Sendirian Tanpa Bantuan Dunia "Pasukan akan terus bekerja menghilangkan a...