
KORAN MANDALA – Hamparan eceng gondok yang semakin padat kini menjadi pemandangan sehari-hari di perairan Kampung Galumpit, Desa Galumpit, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Di balik hijaunya tanaman air tersebut, tersimpan keresahan para nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan.
Setiap pagi, perahu-perahu nelayan harus berjuang mencari celah di antara tumpukan eceng gondok yang menutupi permukaan air. Jalur yang sebelumnya mudah dilalui kini berubah menjadi lintasan yang sulit ditembus. Tidak sedikit nelayan yang terpaksa memutar arah atau bahkan mengurungkan niat melaut karena perahunya tersangkut.
Kondisi ini dikeluhkan warga yang menilai pertumbuhan eceng gondok semakin tidak terkendali dalam beberapa bulan terakhir. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi penangkapan ikan menjadi jauh lebih lama, sementara hasil yang diperoleh justru terus menurun.
Salah seorang nelayan mengaku situasi tersebut membuat mereka semakin terhimpit secara ekonomi.
“Gimana ini, eceng gondok makin banyak. Gimana mau kerja nyari ikan dengan kondisi seperti ini? Yang miskin tambah miskin,” keluh seorang nelayan saat ditemui di kawasan perairan Galumpit. pada, Kamis (20/8/2026)
Menurutnya, setiap hari mereka harus mengeluarkan tenaga lebih hanya untuk membuka jalan bagi perahu. Bahkan di beberapa titik, eceng gondok menutup hampir seluruh permukaan air sehingga aktivitas mencari ikan menjadi sangat terbatas.
“Bukan cuma bikin perjalanan lebih lama, tapi juga bikin hasil tangkapan berkurang. Biasanya sekali berangkat bisa menjangkau beberapa titik, sekarang baru sampai satu lokasi saja sudah menghabiskan banyak waktu,” ujarnya.
Selain berdampak pada mata pencaharian nelayan, keberadaan eceng gondok dalam jumlah besar juga dikhawatirkan mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Jika terus dibiarkan menumpuk, tanaman tersebut dapat menghambat sirkulasi air, mengurangi kadar oksigen, hingga memengaruhi habitat ikan.
Warga menyebut persoalan ini bukan hal baru. Mereka mengaku sudah cukup lama menghadapi penyebaran eceng gondok, namun hingga kini belum ada penanganan yang dinilai mampu mengatasi permasalahan secara menyeluruh. Pembersihan yang dilakukan sesekali dianggap belum cukup karena tanaman itu kembali tumbuh dalam waktu singkat.
Para nelayan berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan. Mereka menilai langkah cepat diperlukan agar jalur perairan kembali terbuka dan aktivitas mencari ikan dapat berjalan normal.
Bagi para nelayan di Galumpit, eceng gondok bukan sekadar tanaman liar yang menutupi permukaan air. Di balik hamparannya, ada penghasilan yang terus menyusut, waktu bekerja yang semakin panjang, dan harapan agar mereka tetap bisa mencari nafkah untuk keluarga tanpa harus terhalang oleh tumbuhan yang setiap hari kian meluas.
Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana penanganan eceng gondok di perairan Kampung Galumpit, Desa Galumpit, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.
