Thursday, October 8News That Matters

Masih Kuat Olahraga Meski Merokok? Ini Dampaknya bagi Tubuh


WACANA BERITA – Dokter sekaligus influencer kesehatan Tirta Mandira Hudhi mengingatkan bahwa kebiasaan berolahraga sambil tetap merokok merupakan dua hal yang saling bertentangan. Meski seseorang merasa masih bugar dan mampu berolahraga berat, paparan asap rokok tetap dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam memanfaatkan oksigen.
‎
‎Menurut dr Tirta, banyak orang bangga masih mampu berlari cepat atau memiliki tubuh atletis meski merokok. Padahal, performa olahraga berpotensi meningkat apabila kebiasaan tersebut dihentikan.
‎
‎”Kalau Anda membanggakan diri bahwa ‘Saya bisa lari kencang padahal saya ngerokok’, what if kalau rokoknya distop? Maka lari Anda akan tambah kencang,” kata dr Tirta dikutip Jumat (3/7/2026)
‎
‎Ia menjelaskan, asap rokok dapat mengganggu VO2 Max, yaitu kemampuan maksimal tubuh menggunakan oksigen saat beraktivitas fisik. Kondisi tersebut berdampak pada daya tahan tubuh, fungsi paru-paru, hingga performa saat berolahraga.
‎
‎ “Ketika Anda menyombongkan diri di media sosial bahwa Anda olahraganya keren, Anda larinya kencang, Anda atletis tapi Anda merokok, itu adalah dua hal yang kontradiktif. Karena ada yang namanya VO2 Max. Kalau VO2 Max itu diganggu dengan asap rokok atau polusi juga, itu akan mengganggu kinerja paru,” ujarnya.
‎
‎Karena itu, dr Tirta mengimbau masyarakat, khususnya yang aktif berolahraga, untuk menghentikan kebiasaan merokok agar kapasitas paru-paru dan performa fisik dapat meningkat secara optimal.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *