
WACANA BERITA – Rencana pemindahan operasional bus antarkota dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang dinilai perlu dibarengi dengan penyediaan shuttle bus sementara. Layanan penghubung tersebut dinilai penting untuk memudahkan penumpang beradaptasi dengan perubahan lokasi keberangkatan sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama masa transisi relokasi terminal.
Pakar Transportasi Publik dari ITB, Sony Sulaksono, mengatakan pemerintah perlu memastikan kesiapan fasilitas di Terminal Leuwipanjang sekaligus memikirkan kemudahan akses bagi pengguna jasa angkutan umum.
“Pada 8 Juni 2026 lalu, saya sempat meninjau langsung kondisi Terminal Leuwipanjang. Sebaiknya pemerintah kembali mengecek kondisi terkini di lapangan,” kata Sony saat dihungi Koran Mandala Rabu, 17 Juni 2026.

Saat melakukan peninjauan, ia belum melihat adanya slot khusus atau area tunggu yang disiapkan untuk bus-bus AKAP dan AKDP yang dipindahkan dari Terminal Cicaheum.
“Saat saya melakukan peninjauan, belum terlihat adanya slot khusus atau area tunggu yang disiapkan untuk bus-bus AKAP dan AKDP yang dipindahkan dari Terminal Cicaheum,” ujarnya.
Sony juga menemukan masih minimnya informasi bagi calon penumpang terkait lokasi layanan dan trayek baru di Terminal Leuwipanjang.
“Memang sudah ada beberapa bus AKAP dan AKDP eks Cicaheum yang masuk ke Leuwipanjang, tetapi penempatannya masih memanfaatkan ruang kosong di area terminal dan belum dilengkapi informasi yang jelas bagi calon penumpang,” tuturnya.
Selain itu, ia menyoroti belum adanya konektivitas khusus yang menghubungkan Terminal Cicaheum dengan Terminal Leuwipanjang. Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan masyarakat yang selama ini bergantung pada Terminal Cicaheum.
“Salah satu persoalannya adalah belum tersedianya layanan angkutan umum tambahan yang secara khusus menghubungkan kedua terminal tersebut,” katanya.
Untuk mengurangi dampak selama masa peralihan, Sony mengusulkan penyediaan shuttle bus gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Pemerintah sebaiknya menyediakan layanan shuttle gratis yang melayani rute Cicaheum–Leuwipanjang. Langkah ini dapat membantu penumpang beradaptasi dengan perubahan lokasi terminal sekaligus meminimalkan gangguan terhadap mobilitas masyarakat,” pungkasnya.
