Sunday, September 27News That Matters

dr. Tirta Ungkap Manfaat Olahraga dalam Menjaga Daya Tahan Tubuh


WACANA BERITA – Olahraga kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat lintas usia, mulai dari berjalan kaki, lari, hingga olahraga yang tengah naik daun seperti padel. Di balik tren tersebut, aktivitas fisik ternyata memiliki manfaat penting bagi kesehatan, terutama dalam menjaga daya tahan tubuh.

Dokter umum sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, mengatakan olahraga dapat membantu meningkatkan sekaligus menstabilkan sistem imun tubuh. Dengan imunitas yang lebih baik, tubuh dinilai lebih mampu mengendalikan peradangan saat terpapar virus maupun bakteri.

“Ini membuat tubuh kita imunitasnya itu lebih stabil. Sehingga kita kalau kena virus atau bakteri, sistem peradangannya lebih terkontrol,” kata dr. Tirta, dikutip Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena tubuh mengalami proses adaptasi ketika rutin melakukan aktivitas fisik. Adaptasi itu tidak hanya terjadi pada otot, tetapi juga memengaruhi kerja jantung, sistem peredaran darah, metabolisme, hingga kemampuan tubuh dalam mengelola stres.

“Ketika kita melatih otot fisik kita, itu terjadi perubahan adaptif yang terjadi di tubuh manusia. Jadi dari ototnya, dari jantungnya, peredaran darahnya, sistematika metaboliknya dan akhirnya stres manajemen yang lebih terkontrol. Nah, itu yang membuat imunitas orang-orang yang rajin olahraga itu sedikit lebih bagus dibandingkan orang yang mager,” jelas dia.

dr. Tirta mengatakan, temuan tersebut membuat olahraga kini menjadi salah satu anjuran yang kerap diberikan dokter kepada pasien. Jika dahulu pasien lebih banyak disarankan untuk beristirahat, kini aktivitas fisik juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan.

“Jadi kalau di zaman dulu kamu bagi pasien datang ke dokter kamu cuman bed rest ya kan makan yang banyak terus habis itu minum obat, sekarang ditambah rajin olahraga karena ada ikatan yang kuat dengan latihan fisik dengan imunitas yang kuat dan stabil,” tutur dr. Tirta.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa rutin berolahraga bukan berarti membuat seseorang kebal terhadap penyakit. Orang yang aktif berolahraga tetap berpotensi mengalami infeksi, tetapi respons tubuh terhadap penyakit cenderung lebih terkendali.

“Kamu olahraga tetap bisa kena DB, tetap. Jadi kita tetap akan kena infeksi, tapi reaksinya tidak sampai menimbulkan infeksi sistemik yang parah. Itu bedanya ada orang yang rajin olahraga. Misal dia kena demam, reaksi demamnya itu mungkin 37,5 derajat yaitu demam subfebris. Tidak separah orang-orang yang jarang olahraga,” tegas dia.

Di sisi lain, dr. Tirta mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri berolahraga melebihi kapasitas tubuh. Aktivitas fisik yang berlebihan justru dapat memberikan dampak sebaliknya terhadap sistem imun.

“Cuman ada nih garis bawahnya. Orang yang berlebihan olahraganya justru imunitasnya ngedrop. Karena ada yang namanya CNS fatigue. Makanya disarankan kalau kamu tidak siap menjadi atlet, jangan ngikutin pola hidup atlet. Karena atlet tersebut diawasin, ada pelatih,” pungkas dia.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *