
WACANA BERITA – Istilah “SMA Maung” yang ramai diperbincangkan di media sosial menuai tanggapan dari sejumlah siswa SMA Negeri 5 Bandung. Dalam video yang diunggah di Instagram, para siswa mengaku khawatir istilah tersebut akan mengganti nama sekolah yang sudah lama dikenal masyarakat.
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa “Maung” hanyalah istilah yang berarti “Manusia Unggul”, bukan perubahan nama sekolah.
Salah satu siswa menilai istilah tersebut terdengar aneh ketika digunakan untuk menyebut nama sekolah.
“Aneh pas saat nyebut aja sih Om. Jadi misalkan dari SMA mana?, Maung 5 gitu, kan jadi aneh,” kata seorang siswa dalam video dikutip Minggu 17/5/2026
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi memberikan penjelasan melalui akun media sosialnya, Minggu (17/5/2026).
“Buat adikku yang ganteng-ganteng, yang pinter-pinter, SMA Maung itu istilah, bukan menjadi penamaan. Maung itu Manusia Unggul,” kata Dedi Mulyadi.
Menurutnya, istilah “Manusia Unggul” digunakan untuk menggantikan penyebutan sekolah favorit yang selama ini identik dengan prestasi akademik saja. Padahal, kata dia, keunggulan juga bisa lahir dari bidang non-akademik seperti olahraga, seni, hingga industri kreatif.
“Karena manusia unggul tuh bukan hanya akademik saja, non-akademik juga merupakan keunggulan. Dia menjadi pemain sepak bola handal, itu juga unggul. Manusia unggul itu,” ujarnya.
Dedi pun memastikan nama sekolah-sekolah di Jawa Barat tidak akan berubah.
“Sekolahnya tetap seperti dulu, SMA 1, SMA 3, SMA 1 Kabupaten Bogor, SMA mana, di seluruh Provinsi Jawa Barat sama namanya ya,” kata Dedi.
Ia juga menegaskan tidak akan ada penyebutan seperti “SMA 5 Maung Bandung”.
“Kalimat Maung itu kalimat istilah, itu disebutnya sekolah-sekolah unggul, manusia unggul. Jadilah manusia unggul, dan tentunya manusia unggul bukan hanya berkumpul pada sekolah yang dianggap favorit,” kata KDM.
Dedi menjelaskan, istilah Maung atau manusia unggul ini juga tidak hanya disematkan di sekolah favorit.
“Sekolah yang tidak dianggap favorit pun akan lahir manusia-manusia unggul, sesuai dengan kualifikasinya. Terima kasih Dek, salam ya, tetap semangat,” tutup Dedi Mulyadi
