
WACANA BERITA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menaruh perhatian terhadap pengembangan Museum Pajajaran di kawasan Batu Tulis, Kota Bogor. Setelah sebelumnya mendorong pelestarian warisan budaya Sunda termasuk Mahkota Binokasih, kini KDM menyiapkan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk penyempurnaan museum tersebut.
Hal itu disampaikan Dedi saat menghadiri Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bertema “Nitis Wanci Batu Tulis” di Kota Bogor, Jumat (8/5/2026) malam. Kegiatan budaya itu berlangsung dari Museum Pajajaran menuju kawasan Lawang Suryakencana.
“Terkait rencana alokasi dana 9 miliar rupiah untuk Museum Pajajaran, kita harus buat perencanaannya dulu secara matang. Dari sisi arsitektur, museum ini harus mengalami perubahan agar benar-benar mencerminkan sebuah museum yang standar,” ujar Dedi dikutip Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, pembenahan museum tidak hanya menyangkut tampilan bangunan, tetapi juga aspek teknis seperti pengaturan suhu ruangan dan sirkulasi udara untuk menjaga benda-benda purbakala tetap awet serta meminimalisasi risiko kebakaran.
Ia juga menyinggung material bangunan museum saat ini yang dinilai belum sepenuhnya ideal.
“Meskipun saat ini kondisi bangunan dirasa belum sesuai spesifikasi, misalnya penggunaan material hebel, namun lebih baik ada daripada tidak sama sekali. Saya akan berdiskusi dengan wali kota dan tim ahli untuk menyempurnakan spesifikasi museum ini menggunakan anggaran tersebut,” katanya.
KDM berharap keberadaan museum dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap sejarah Kerajaan Pajajaran menjadi lebih ilmiah dan akademis.
“Kegiatan ini bertujuan mengubah cara pandang kita, Kita butuh buku atau naskah akademik yang menjelaskan sejarah secara ilmiah agar tidak ada mata rantai yang terputus antara masa lalu dan masa depan,” tegasnya.
