Sunday, September 27News That Matters

Kecamatan dengan Kejadian Kebakaran Terbanyak di Kota Bandung


WACANA BERITA –Risiko kebakaran di Kota Bandung masih menjadi perhatian seiring tingginya jumlah kejadian yang tersebar di berbagai wilayah. Kepadatan pemukiman serta aktivitas masyarakat yang tinggi membuat potensi kebakaran tetap besar dari waktu ke waktu, terutama di kawasan hunian.

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bandung, Kecamatan Babakan Ciparay menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran terbanyak sepanjang 2025, yakni 22 kasus. Data ini dikutip dari Sistem Informasi Data Online Kebakaran (Si Dokar) yang dikelola oleh Damkarmatan Kota Bandung.

Berikutnya, Sukasari menyusul dengan 20 kejadian, diikuti Lengkong sebanyak 16 kejadian. Sementara itu, Andir, Cicendo, dan Sukajadi masing-masing mencatat 14 kejadian.

Persib Bandung Menang Tipis 1-0 atas PSIM Yogyakarta, Bojan Hodak Soroti Penyelesaian Akhir

Sejumlah kecamatan lain juga menunjukkan angka kejadian yang relatif tinggi, seperti Bandung Kulon dan Coblong dengan masing-masing 12 kejadian, serta Bandung Wetan, Batununggal, Sumur Bandung, dan Antapani yang mencatat 11 kejadian.

Secara kewilayahan, penanganan kebakaran pada 2025 di Kota Bandung paling banyak terjadi di wilayah pusat dengan 88 kejadian. Wilayah selatan mencatat 55 kejadian, barat 50 kejadian, utara 48 kejadian, dan timur 44 kejadian.

Berdasarkan objek, kebakaran paling banyak terjadi pada bangunan umum sebanyak 119 kejadian dan bangunan perumahan 105 kejadian. Selain itu, tercatat 49 kejadian pada gardu listrik, 27 kejadian pada kendaraan, serta 12 kejadian di lahan kosong.

Jika dilihat dari kawasan, pemukiman menjadi lokasi paling dominan dengan 146 kejadian, disusul kawasan umum 98 kejadian dan pertokoan 24 kejadian. Kebakaran di perkantoran, pasar, dan pabrik tercatat jauh lebih sedikit, masing-masing 4 dan 2 kejadian.

Dalam tren lima tahun terakhir, jumlah kejadian kebakaran di Kota Bandung cukup fluktuatif. Pada 2021, tercatat ada 195 kejadian kebakaran, kemudian naik mencapai 352 kejadian pada 2023 dan 350 kejadian pada 2024. Angka ini kemudian menurun menjadi 285 kejadian pada 2025. Adapun pada 2026, hingga Senin (4/5/2026), tercatat sudah terjadi 101 kejadian kebakaran.

Pada periode berjalan tahun ini, kecamatan dengan kejadian kebakaran terbanyak adalah Sukasari dan Andir yang masing-masing mencatat 8 kejadian, diikuti Babakan Ciparay, Regol, Bandung Kulon, dan Cicendo dengan masing-masing 6 kejadian.

Respons Cepat jadi Kunci

Kepala Bidang Penyelamatan Damkarmatan Kota Bandung, Immanuel, mengatakan sistem respons cepat menjadi kunci dalam penanganan kebakaran di tengah tingginya jumlah kejadian. Ia menyebut laporan masyarakat saat ini terhubung melalui dua kanal utama, yakni 112 dan 113.

“Di setengah menit pertama kita memastikan bahwa informasi itu benar-benar valid, kemudian di menit kedua memastikan titik lokasi dan menginformasikan kepada personel. Sehingga kurang dari lima menit kita harus sudah bergerak dalam merespon laporan itu,” ujarnya kepada Koranmandala.com, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan, personel yang menuju lokasi telah dikoordinasikan oleh pusat panggilan dengan unit pelaksana teknis terdekat agar respons dapat dilakukan secepat mungkin sesuai wilayah kejadian.

“Jadi ketika misalnya kebakaran di timur, tidak mungkin dari pusat yang berangkat duluan. Pasti yang merespon awal itu dari UPT timur atau wilayah terdekat sesuai dengan wilayah terjadinya kebakarannya,” beber Immanuel.

Di sisi lain, Immanuel mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat mengingat kebakaran dapat terjadi kapan saja. Ia mengimbau warga untuk memperhatikan penggunaan peralatan rumah tangga yang berpotensi memicu kebakaran.

“Ketika meninggalkan rumah, jangan sampai kompor dalam keadaan hidup. Pastikan juga tidak ada penggunaan peralatan elektronik dalam satu steker secara berlebihan karena bisa menimbulkan panas,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar warga mencabut peralatan listrik saat bepergian serta menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah dan kendaraan sebagai langkah antisipasi awal sesuai ketentuan.

“Ini butuh kesadaran juga dari warga Kota Bandung untuk mendukung dan menolong kita dalam merespon setiap kejadian kedaruratan,” kata Immanuel.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *