Saturday, September 26News That Matters

Begini Kriteria Ideal Pengelola Bandung Zoo menurut Geopix


WACANA BERITA –Organisasi kampanye konservasi, Geopix menilai penentuan pengelola baru Bandung Zoo harus berangkat dari pemahaman bahwa kebun binatang merupakan ruang konservasi dengan tanggung jawab etik yang tinggi terhadap satwa.

“Pengelola kebun binatang yang ideal adalah pihak yang memahami bahwa kebun binatang bukanlah tempat hiburan, tetapi sebuah tanggung jawab etik dan konservasi terhadap makhluk hidup yang sepenuhnya akan bergantung pada manusia selama hidupnya,” kata Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, kepada Koranmandala.com, Rabu (29/4/2026).

Seperti diketahui, proses seleksi pengelola baru Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo kini mendekati tahap akhir. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan proses seleksi bisa rampung pada akhir April 2026 dan pengelola definitif telah ditunjuk pada 6 Mei 2026.

Geopix: Seleksi Pengelola Bandung Zoo harus jadi Momentum Evaluasi Menyeluruh

Menurut Annisa, pengelola harus berpegang teguh pada prinsip kesejahteraan satwa dan etika profesional, serta memiliki petunjuk operasional baku yang kuat terkait kesehatan satwa, keselamatan publik, dan manajemen krisis.

“Pengelola juga harus memiliki komitmen terhadap proses-proses perbaikan jangka panjang,” tambahnya.

Selain kriteria pengelola, Geopix juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan Bandung Zoo ke depan. Annisa menyebut keterbukaan informasi menjadi faktor krusial untuk memulihkan kepercayaan publik dari berbagai isu kesejahteraan satwa yang mencuat sebelumnya.

“Publik berhak mengetahui bagaimana kondisi satwa, angka kematian, kesehatan, hingga tentang evaluasinya sebagai lembaga konservasi,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa tanpa transparansi, potensi terulangnya krisis pengelolaan tetap terbuka. Keterbukaan dinilai dapat mendorong keterlibatan publik dalam mengawasi sekaligus mendukung proses pembenahan.

“Transparansi ini juga penting agar ada keterlibatan publik agar merasa memiliki dan bangga terhadap Bandung Zoo serta dukungan publik pada masa-masa transisi bagi pengelola baru,” beber Annisa.

Menurut Annisa, pihaknya berharap proses seleksi ini tidak hanya berujung pada pergantian nama pengelola, tapi benar-benar menjadi titik balik pembenahan Bandung Zoo secara menyeluruh.

“Pengelola baru harus profesional, independen, dan benar-benar berpihak pada kesejahteraan satwa,” tuturnya.

Di samping itu, ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat dan evaluasi berkala dari pemerintah sebagai bagian dari sistem pengendalian.

Jika terdapat jenis satwa yang terbukti tidak dapat dipelihara secara layak di Bandung Zoo, Annisa menyatakan bahwa opsi rehabilitasi, transfer ke lembaga yang lebih kompeten, atau pelepasliaran perlu dipertimbangkan secara serius sesuai prinsip konservasi dan kesejahteraan satwa.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *