Wednesday, September 23News That Matters

Banjir di Derwati Belum Surut, Sekitar 700 Warga Terdampak


WACANA BERITABanjir yang menggenangi kawasan Derwati, tepatnya di RW 03 Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, hingga kini belum sepenuhnya surut. Memasuki hari keenam, genangan air masih terlihat di sejumlah ruas jalan dan permukiman warga.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, ketinggian air bervariasi, mulai dari mata kaki hingga betis orang dewasa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bandung, Roby Darwan, mengatakan kondisi banjir saat ini sudah mulai berangsur surut dibandingkan dua hari sebelumnya yang sempat mencapai titik tertinggi.

Banjir Hari ke-6 di Derwati, Warga Desak Solusi Konkret Pemerintah

“Kalau sekarang sudah agak surut, namun dua hari kemarin ketinggiannya lebih tinggi,” ujar Roby di lokasi.

Ia menyebutkan, seluruh wilayah RW 03 terdampak banjir dengan perkiraan sekitar 700 warga. Meski demikian, pihaknya masih akan melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah pasti warga terdampak.

Roby menjelaskan, dalam kondisi saat ini langkah penanganan masih terbatas karena banjir dipengaruhi kondisi wilayah hulu.

“Untuk saat ini kami masih menunggu debit air dari wilayah kabupaten juga surut,” katanya.

Meski begitu, BPBD Kota Bandung berencana merekomendasikan kajian menyeluruh terkait banjir berulang di kawasan tersebut sebagai dasar penanganan jangka panjang.

Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta dukungan dari pemerintah provinsi.

“Permasalahan ini perlu ditangani bersama oleh berbagai OPD sesuai kewenangannya agar menghasilkan solusi yang komprehensif,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah pembangunan kolam retensi atau danau buatan di lahan milik pemerintah, serta normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi cepat.

“Normalisasi sungai bisa menjadi solusi cepat. Misalnya pendalaman sungai hingga satu meter, itu setara dengan membuat retensi dalam bentuk alur sungai,” jelasnya.

Namun demikian, Roby mengingatkan bahwa langkah jangka pendek seperti peninggian kirmir atau pemasangan pompa air hanya bersifat sementara. Sementara itu, sedimentasi yang terus meningkat berpotensi memperluas dampak banjir, terutama di wilayah Kota Bandung yang relatif datar.

“Kalau sedimentasi naik, meskipun hanya beberapa sentimeter, dampaknya bisa meluas hingga berhektare-hektare,” katanya.

BPBD Kota Bandung, lanjut Roby, terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak selama masa tanggap darurat. Ia berharap, ke depan penanganan banjir tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga mampu mengurangi risiko banjir berulang.

“Kami terus berupaya membantu warga, namun diperlukan solusi jangka panjang yang lebih menyeluruh,” pungkasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *