
WACANA BERITA – Dugaan kebocoran data kependudukan warga Kota Bandung mencuat setelah akun X bernama VECERT Analyzer mengunggah peringatan di media sosial.
Dalam unggahannya pada 29 Maret 2026, akun tersebut mengklaim adanya kebocoran besar yang berpotensi berdampak serius karena berkaitan dengan data identitas resmi masyarakat.
“PERINGATAN: Kebocoran Database Penduduk Bandung,” tulis akun tersebut, seperti dikutip pada Senin (6/4/2026).
VECERT Analyzer menyebut, kebocoran diduga melibatkan lebih dari satu juta data individu warga Kota Bandung. Data tersebut diklaim berisi informasi pribadi rinci yang berpotensi disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Dalam keterangannya, mereka juga menuding kelompok peretas bernama petrusnism sebagai pihak yang berada di balik insiden ini.
“Kami mendeteksi kebocoran data besar yang berdampak pada Kota Bandung, Indonesia. Pelaku ancaman dengan nama ‘petrusnism’ telah merilis sebuah database yang berisi informasi pribadi rinci dari lebih dari satu juta warga, yang diduga diambil secara ilegal dari catatan resmi kependudukan,” tulisnya.
Akun tersebut merinci, jumlah data yang diduga bocor mencapai lebih dari satu juta baris data individu, dengan waktu kejadian diperkirakan berlangsung pada Maret 2026.
“Korban: Database Penduduk Bandung, Indonesia Pelaku: petrusnism. Jumlah data: +1.000.000 baris (data individu). Tanggal kebocoran: Maret 2026 (kemungkinan kejadian baru-baru ini),” tutup unggahan tersebut.
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Tatang Muhtar, belum memberikan konfirmasi pasti. Ia menyatakan pihaknya akan terlebih dahulu menelusuri kebenaran informasi yang beredar.
“Mangga ditelusuri dulu, nuhun infonya,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp
