Sunday, September 20News That Matters

Inflasi Bulanan Kota Bandung Maret 2026 Turun Jadi 0,43 Persen


WACANA BERITA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung melaporkan tingkat inflasi Kota Bandung Maret 2026 sebesar 0,43 persen secara bulanan (month-to-month/MTM). Angka ini turun dari posisi pada Februari 2026 yang sebesar 0,65 persen.

Kepala BPS Kota Bandung, Nevi Hendri mengatakan tingkat inflasi pada Maret 2026 juga lebih terkendali dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Inflasi Maret 2026 terlihat relatif stabil dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 1,69 persen, dan sekarang Maret 2026 hanya 0,43 persen,” kata Nevi, dalam rilis berita resmi statistik, Rabu (1/4/2026).

Pansus 15 DPRD Kota Bandung Bahas LKPJ 2025, Soroti Validitas Data hingga Dampak Program

Secara umum, Nevi menjelaskan bahwa kondisi inflasi Kota Bandung Maret 2026 dipengaruhi oleh momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 H, serta perkembangan harga BBM nonsubsidi.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, ia menjelaskan, inflasi Maret 2026 paling tinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,09 persen, disusul kelompok transportasi sebesar 1,07 persen.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi andil inflasi yang cukup tinggi sebesar 0,34 persen, dan andil kelompok transportasi sebesar 0,12 persen,” ujarnya.

Selain itu, andil inflasi juga diberikan oleh kelompok kesehatan serta penyedia makanan dan minuman atau restoran yang masing-masing menyumbang 0,02 persen.

Di sisi lain, terdapat 3 kelompok yang mengalami deflasi pada Maret 2026 yakni kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,12 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,2 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,6 persen.

Nevi menggarisbawahi, kelompok pakaian dan alas kaki menyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,06 persen, meski Maret 2026 bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri di mana permintaan biasanya meningkat.

“Kelompok pakaian dan alas kaki di bulan Maret 2026 mengalami deflasi padahal permintaan pada saat hari raya meningkat dibanding bulan-bulan sebelumnya, apalagi di hari raya tahun-tahun sebelumnya biasanya selalu ada inflasi,” ungkapnya.

Kemudian dari sisi komoditas, tingkat inflasi bulanan Kota Bandung Maret 2026 disumbang paling besar oleh bensin dan minyak goreng dengan andil masing-masing sebesar 0,07 persen, diikuti daging ayam ras dengan andil inflasi 0,06 persen, dan angkutan antar kota dengan andil 0,05 persen.

Berikutnya, komoditas beras dan telur ayam ras turut memberikan andil masing-masing sebesar 0,03 persen, dan emas perhiasan memberikan andil sebesar 0,02 persen terhadap tingkat inflasi bulanan Kota Bandung Maret 2026.

Adapun komoditas yang menyumbang deflasi pada Maret 2026 yakni ikan kembung dengan andil 0,02 persen, disusul bawang merah dan angkutan udara sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, secara tahunan (year-on-year/yoy) tingkat inflasi Kota Bandung Maret 2026 mencapai 3,66 persen. Angka ini turun dibanding periode Februari 2026 yang sebesar 4,96 persen, namun lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu pada Maret 2025 yang berada di angka 0,62 persen.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *