Saturday, September 19News That Matters

Ramadan 2026: Pedagang Parsel Bandung Alami Nasib Berbeda


WACANA BERITAMemasuki pekan kedua Ramadan 2026, denyut bisnis parsel Lebaran di Kota menunjukkan gambaran yang kontras. Sebagian pedagang masih mampu menjaga stabilitas penjualan, namun tak sedikit pula yang mengeluhkan omzet yang merosot tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Persaingan yang semakin ketat, terutama dengan maraknya penjualan parsel melalui toko daring dan marketplace, membuat para pedagang musiman harus memutar otak agar produknya tetap dilirik konsumen.

Penjualan Stabil Meski Belum Memasuki Puncak

Salah satu pedagang yang masih merasakan stabilitas penjualan adalah Yuni (42), pemilik toko parsel di Jalan Buah Batu, Kota Bandung.

Harga Tiket Persib Bandung vs Persik Kediri Resmi Dirilis, Termurah Rp 117.500

Menurutnya, tren penjualan pada Ramadan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, meskipun puncak transaksi biasanya baru terjadi menjelang Lebaran.

“Mirip-mirip penjualan dengan tahun lalu. Cuma biasanya baru kelihatan banget di akhir Ramadan,” ujar Yuni saat ditemui, Kamis (5/3/2026).

Di pekan kedua Ramadan, ia mengaku sudah menerima sejumlah pesanan dari beberapa kantor. Sementara pembeli perorangan biasanya baru mulai ramai setelah masyarakat menerima tunjangan hari raya (THR).

“Ke kantor-kantor sudah ada beberapa yang pesan. Kalau perorangan biasanya H-7 atau setelah THR baru mulai ramai,” katanya.

Untuk menarik minat konsumen, tahun ini Yuni menyiapkan sekitar 60 hingga 70 model parsel, baik berisi makanan maupun non-makanan seperti perlengkapan rumah tangga dan barang pecah belah.

“Sekitar 45 model yang ada makanannya. Kalau ditambah yang tanpa makanan, totalnya bisa sampai 60 sampai 70 model,” jelasnya.

Bisnis parsel yang telah dijalankan Yuni sejak 2016 tersebut bersifat musiman dan hanya beroperasi selama bulan Ramadan. Lokasi penjualannya pun kerap berpindah mengikuti tempat yang dinilai strategis di wilayah Bandung.

Selain mengandalkan toko fisik, Yuni juga memanfaatkan platform digital melalui fitur live shopping untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

“Lumayan berpengaruh. Jadi kita nggak hanya menunggu orang datang ke toko, tapi juga jemput bola lewat online,” ungkapnya.

Berdasarkan pengalamannya selama satu dekade berjualan parsel, Yuni menilai tren penjualan cenderung stabil meskipun sesekali mengalami pasang surut.

Penjualan Sepi, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet

Berbeda dengan Yuni, kondisi sebaliknya dialami Yanti (41), pedagang parsel di Jalan Karapitan, Kota Bandung. Ia mengaku penjualan parsel tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan Ramadan sebelumnya.

Di tahun-tahun sebelumnya, pesanan biasanya sudah mulai berdatangan sejak pekan pertama Ramadan. Namun hingga memasuki pertengahan Ramadan tahun ini, jumlah pembeli masih sangat sedikit.

“Kalau tahun kemarin penjualan lebih bagus. Seminggu setelah puasa sudah ada satu-dua pembeli setiap hari. Sekarang sudah hampir dua minggu, baru dua kali pembelian,” keluh Yanti.

Pedagang yang mulai berjualan parsel sejak 2023 itu mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab turunnya penjualan. Namun ia menduga kondisi serupa juga dialami pedagang lain di berbagai titik keramaian di Bandung.

“Teman-teman pedagang di daerah lain juga sama. Di Cicaheum, Cicadas, hampir sama sepinya,” ujarnya.

Tahun ini Yanti sebenarnya telah menambah variasi produk dengan menyediakan 42 model parsel makanan. Ia juga mulai aktif mempromosikan produknya melalui platform online untuk menarik minat konsumen.

Namun jika hingga akhir Ramadan penjualan tetap rendah, ia mengaku terpaksa membongkar paket parsel dan mengembalikan sebagian barang kepada pemasok.

“Kalau tidak laku bisa dibongkar lagi selama barangnya masih utuh, lalu dikembalikan ke supplier. Tapi biasanya tetap ada potongan,” jelasnya.

Meski begitu, Yanti masih berharap situasi penjualan akan membaik menjelang Lebaran.

“Masih ada dua minggu lagi. Mudah-mudahan ada perubahan,” katanya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *