Thursday, September 17News That Matters

Harga Daging Sapi dan Cabai Rawit di Pasar Ujungberung Masih Tinggi Jelang Lebaran


WACANA BERITA –Memasuki separuh Ramadan 2026, harga sejumlah bahan pangan di terpantau masih bertahan di level tinggi, terutama daging sapi dan cabai rawit. Dua komoditas ini menjadi perhatian warga Kota Bandung karena harganya yang sempat melonjak dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis (5/3/2026), sapi jenis paha masih berada di angka Rp140 ribu per kilogram. Salah seorang pemilik kios daging yang enggan menyebutkan namanya mengatakan harga tersebut sudah bertahan cukup lama.

“Paha Rp140 ribu. Sudah dari sebelum tahun baru harganya segini,” ujarnya.

THR PPPK Paruh Waktu di Kota Bandung Belum Pasti, Pemkot Masih Hitung Kemampuan Fiskal

Selain paha, harga daging lamusir dibanderol Rp130 ribu per kilogram, sedangkan daging untuk rawon dijual Rp120 ribu per kilogram. Menurut pedagang, harga relatif stabil meski masih berada pada level tinggi.

Ia menjelaskan, pasokan daging di wilayah Bandung Timur umumnya berasal dari jagal pinggiran dengan proses pemotongan tanpa pembersihan lemak secara menyeluruh seperti di pasar pusat kota.

“Di jagal bagian pinggiran enggak ada pembersihan total, langsung potong apa adanya. Kalau dulu jando (lemak) dipisah, sekarang masuk ke daging,” katanya.

Meski belum ada lonjakan signifikan, pedagang memperkirakan harga daging berpotensi naik menjelang Idulfitri akibat faktor distribusi dan meningkatnya permintaan.

“Potensi naik pasti ada. Standar saja mungkin naik Rp10 ribu,” ujarnya.

Sementara itu, harga cabai rawit atau cengek juga masih tinggi, yakni Rp80 ribu per kilogram. Yogi (22), pedagang sayur di Pasar Ujungberung, mengatakan harga cabai sudah mahal sejak sebelum Ramadan.

“Sudah lama kalau cengek, hampir dua bulan. Bahkan dari sebelum puasa sudah mahal,” ungkapnya.

Ia menyebut harga sempat menyentuh Rp100 ribu per kilogram pada awal Ramadan, sebelum akhirnya sedikit menurun dalam beberapa hari terakhir.

“Puncaknya sampai Rp100 ribu per kilo pas awal puasa. Sekarang sudah agak menurun,” jelasnya.

Adapun harga bawang merah dan bawang putih relatif stabil di kisaran Rp36 ribu per kilogram. Namun, Yogi memperkirakan tren kenaikan harga akan kembali terjadi mendekati Lebaran.

“Tiap minggu pasti naik kalau mau Lebaran,” katanya.

Di sisi konsumen, fluktuasi harga menjelang Idulfitri dianggap sebagai siklus tahunan. Yeni (53), salah seorang pembeli, mengaku sudah mengantisipasi kenaikan harga dengan mengatur ulang anggaran belanja.

“Sebenarnya sudah maklum, karena tiap mau Lebaran pasti harga-harga naik, apalagi daging,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap kenaikan harga tidak terlalu tinggi hingga hari-H Lebaran. “Kalau bisa naiknya jangan terlalu tinggi. Mudah-mudahan pemerintah juga mantau, kontrol stok dan harga,” pungkasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *