
Pegiat politik, sosial, dan ekonomi, Arif Wicaksono, mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hanya mencapai 19 persen berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO).
Sementara itu, tingkat ketidakpuasan publik terhadap kinerja Gibran selama dua tahun menjabat mencapai 71 persen dalam survei yang dirilis pada Oktober 2026 tersebut.
“71% RESPONDEN TIDAK PUAS DENGAN KINERJA GIBRAN!. Survei IPO, 12–20 Oktober 2026, mencatat 71% tidak puas, hanya 19% puas, dan 10% tidak tahu/tidak menjawab,” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (27/10).
Berdasarkan temuan tersebut, Arif secara tegas mendorong agar Gibran dimakzulkan dari jabatannya sebagai wakil presiden. “MAKZULKAN GIBRAN!” tegasnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menjelaskan bahwa angka 71 persen tersebut merupakan akumulasi dari 53 persen responden yang menyatakan “tidak puas” dan 18 persen responden yang menyatakan “sangat tidak puas” terhadap kinerja Gibran.
“Sehingga total ketidakpuasan mencapai 71%,” kata Dedi dalam rilis survei pada Sabtu (24/10/2026).
Di sisi lain, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gibran hanya berada di angka 19 persen.
Baca Juga: Soal Hak Angket Gibran, Ahmad Sahroni Tegaskan NasDem Tak Mau Ikut Terburu-buru
Temuan tersebut berbanding terbalik dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto. Dalam survei yang sama, sebanyak 61 persen responden menyatakan puas dan 5 persen lainnya menyatakan sangat puas terhadap kinerja Prabowo.
Sementara itu, tingkat ketidakpuasan terhadap Presiden Prabowo tercatat sebesar 34 persen, yang terdiri dari 28 persen responden menyatakan tidak puas dan 6 persen responden menyatakan sangat tidak puas.
