Monday, October 26News That Matters

Psikolog Tekankan Asesmen Menyeluruh untuk Anak Korban Kekerasan Seksual


KORAN MANDALA – Penanganan anak yang mengalami dugaan kekerasan seksual perlu diawali dengan memastikan keselamatan serta pemeriksaan menyeluruh, baik dari sisi medis maupun psikologis.

Psikolog pendidikan Listia Rahmandaru G. menjelaskan, gejala fisik yang mungkin muncul pada anak korban kekerasan seksual salah satunya adalah rasa sakit saat buang air kecil.

Sementara itu, gejala psikologis dapat beragam dan perlu dilihat berdasarkan kondisi masing-masing anak, Pendampingan selanjutnya harus disesuaikan dengan usia, kondisi, dan kebutuhan anak.

“Kalau secara spesifik terkait kekerasan seksual, barangkali gejalanya akan lebih terlihat secara fisik, misalkan nanti pipisnya jadi sakit, dan atau lainnya. Kalau yang aspek psikologis sudah tercakup di jawaban sebelumnya,” ujar Listia.

Menurutnya, pendampingan psikologis sangat penting, tetapi tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama untuk setiap anak.

Diperlukan asesmen komprehensif yang melibatkan tenaga medis, psikolog, maupun profesional lain untuk menentukan penanganan yang tepat.

“Jadi pertama dan utama, pastikan dulu keselamatan anak, di medis dulu jika diperlukan, asesmen menyeluruh, baru nanti ditentukan pendampingannya seperti apa,” katanya.

Listia menjelaskan, pendampingan psikologis dapat dilakukan melalui berbagai metode, termasuk terapi bermain atau play therapy, konseling, maupun pendekatan lainnya.

Ia menegaskan, terapi tidak hanya bertujuan membantu mengatasi gejala yang muncul saat ini, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan dampak psikologis pada masa mendatang.

“Intinya tentunya pendekatannya disesuaikan dengan kebutuhan anak. Jadi memang terapi ini bukan hanya untuk mengatasi gejala saat itu, tapi juga untuk mengantisipasi dampak ke depannya,” ucapnya.

Karena itu, penanganan anak yang mengalami kekerasan seksual perlu dilakukan secara menyeluruh dengan mengutamakan keselamatan, pemeriksaan profesional, serta pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *