Monday, October 26News That Matters

Tak Cukup Mengandalkan Bank, OJK Ingin Pasar Modal Ikut Biayai Ekonomi RI


Wacana Berita, Jakarta –

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pendalaman pasar keuangan untuk mengurangi ketergantungan pembiayaan ekonomi Indonesia pada perbankan. Langkah ini diperlukan untuk memperluas sumber pendanaan, terutama melalui pengembangan pasar modal dan peningkatan akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, target pertumbuhan ekonomi yang tinggi membutuhkan dukungan dari berbagai sektor keuangan, tidak hanya perbankan. Pendalaman pasar keuangan diperlukan untuk menyediakan pembiayaan jangka panjang, sedangkan inovasi digital dapat memperluas jangkauan layanan keuangan.

“Karena jika kita melihat komitmen pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kami percaya bahwa hal itu tidak hanya dapat didukung oleh sektor perbankan,” ujar Friderica dalam acara The 4th OJK International Research Forum 2026 yang diselenggarakan OJK Institute secara daring, Senin (26/10/2026).

Menurut Friderica, pasar modal, UMKM, dan sektor keuangan lainnya perlu mengambil peran lebih besar dalam mendukung pembiayaan ekonomi. Diversifikasi sumber pendanaan dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan investasi jangka panjang sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi.

“Pasar yang dalam menyediakan pembiayaan jangka panjang, sementara inovasi digital memperluas jangkauan layanan keuangan,” kata Friderica.

Dia menilai pendalaman pasar keuangan membutuhkan komitmen berbagai pemangku kepentingan agar sumber pembiayaan ekonomi semakin beragam. Dengan demikian, kebutuhan pendanaan tidak hanya bertumpu pada kemampuan intermediasi perbankan.

“Memperdalam pasar, saya yakin, membutuhkan komitmen dari kita semua di sini. Karena jika kita melihat komitmen pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kami percaya hal itu tidak bisa hanya didukung oleh sektor perbankan, tetapi juga dari sektor lain seperti pasar modal, UMKM, dan sektor lainnya. Oleh karena itu, saya rasa diskusi hari ini sangatlah penting,” lanjutnya.

Baca Juga: Keuangan Syariah RI Punya Pasar Jumbo Tapi Penggunanya Minim, OJK Desak Industri Berinovasi

Baca Juga: Hadapi MSCI, OJK Siapkan Tiga Langkah Reformasi Pasar Modal

Di luar pengembangan pasar modal, pembiayaan UMKM menjadi salah satu fokus pemerintah dan OJK. Akses pendanaan bagi pelaku usaha kecil dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi sekaligus memperluas kontribusi sektor usaha tersebut terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan data OJK per Agustus 2026, kredit UMKM perbankan tumbuh 2,32% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Juli 2026 yang tercatat sebesar 1,62% yoy.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *