
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Senin (26/10/2026) di zona hijau. Indeks naik tipis 3,04 poin atau 0,06% ke level 5.442,30, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 5.439,26.
Meski dibuka menguat, pergerakan IHSG pada awal perdagangan sesi I masih cenderung terbatas. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.449,35 dan turun ke level terendah 5.438,75.
Aktivitas perdagangan pada awal sesi mencatat volume transaksi mencapai 5,23 juta lot, dengan nilai transaksi sekitar Rp244,76 miliar.
Indeks Masih Dipengaruhi Tekanal Jual Investor Asing
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta menyatakan, IHSG berpeluang menembus level resistance terdekat di tengah sinyal teknikal positif. Namun, tekanan jual investor asing yang masih deras dan ketidakpastian rebalancing indeks MSCI menjadi tantangan bagi laju penguatan pasar saham domestik.
“Secara teknikal, pergerakan IHSG berpeluang breakout atau menembus level resistance terdekat,” ujar dia dalam risetnya, Senin (26/10/2026).
Indikator Stochastics K_D dan Relative Strength Index (RSI) menunjukkan sinyal positif, disertai peningkatan volume perdagangan. Penguatan juga didukung aksi bargain hunting investor lokal serta ekspektasi buyback saham oleh sejumlah emiten berkapitalisasi besar.
Meski demikian, pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan foreign net sell yang mencapai Rp1,62 triliun secara harian dan Rp120,57 triliun sepanjang tahun berjalan (year-to-date).
Baca Juga: IHSG Berpeluang Breakout, Tapi Tekanan Jual Asing Masih Membayangi
Baca Juga: IHSG Melonjak 4,9%, Asing Malah Kabur Bawa Rp94,87 Triliun!
Pelaku pasar juga mencermati reformasi pasar modal oleh OJK dan BEI, rencana pengecualian saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026, serta pergerakan rupiah di level Rp18.080 per dolar AS.
“Dinamika harga minyak mentah global dan ekspektasi keputusan suku bunga The Fed turut menjadi perhatian,” kata Nafan.
Dengan berbagai sentimen tersebut, IHSG diproyeksikan bergerak variatif dengan ruang penguatan yang terukur.
Adapun level support IHSG berada di 5.246 dan 5.111, sedangkan resistance berada di 5.455 dan 5.597. Investor disarankan mencermati saham berfundamental solid dan menerapkan manajemen risiko secara disiplin.
