Sunday, October 25News That Matters

Psikolog Tekankan Pentingnya Edukasi Batasan Tubuh pada Anak


KORAN MANDALA – Edukasi mengenai batasan tubuh dan hak anak perlu diberikan sejak dini untuk membantu mencegah kekerasan seksual.

Anak perlu memahami bahwa dirinya berhak menolak tindakan yang membuatnya tidak nyaman, termasuk ketika tindakan tersebut dilakukan oleh orang dewasa.

Psikolog pendidikan Listia Rahmandaru G. menjelaskan, salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pola perilaku pelaku kekerasan seksual adalah bagaimana mereka memandang batasan tubuh dan hak orang lain.

Menurut Listia, perilaku yang melanggar batasan tubuh dapat berupa meminta anak memperlihatkan bagian tubuh tertentu hingga melakukan tindakan yang tidak semestinya terhadap tubuh anak.

“Sekarang kan sudah ada edukasinya ya, mana sentuhan boleh, sentuhan tidak boleh. Jadi ketika meminta untuk memperlihatkan, memegang, menggosok, memasukkan, nah itu tuh batasan tubuh ya,” ujar Listia Minggu, (25/10/2026)

Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan batasan tubuh, tetapi juga menyangkut hak anak sebagai individu.

Anak memiliki hak untuk berbicara, menolak, dan berteriak ketika berada dalam situasi yang membuatnya tidak nyaman atau terancam.

Menurutnya, pemaksaan terhadap anak untuk melakukan sesuatu juga menunjukkan adanya persoalan dalam menghormati hak orang lain.

“Dan juga hak orang lain ya, jadi bukan hanya terkait tubuh aja, tapi memaksa untuk, ‘Yuk, ngapain sama aku,’ gitu ya. Hak untuk berbicara, hak untuk teriak, gitu. Nah, itu ya. Jadi isunya adalah batasan dan hak,” tuturnya.

Listia juga menyoroti bagaimana seseorang menggunakan kekuasaan dalam suatu relasi. Dalam hubungan orang dewasa dan anak, terdapat perbedaan posisi karena anak berada di bawah penguasaan dan tanggung jawab orang dewasa.

Karena itu, menurutnya, penting untuk melihat apakah seseorang tetap menghormati batasan anak meskipun memiliki posisi yang lebih kuat dalam relasi tersebut.

“Dan gimana dia menggunakan kekuasaannya dalam relasi, gitu. Jadi apakah dia menghormati batasan, gitu ya, meskipun orang tersebut apa istilahnya, lebih kecil dalam hal ini anaknya ya, berada di bawah penguasaannya, gitu. Itu yang perlu diperhatikan,” jelasnya.

Listia menekankan, pemahaman mengenai batasan tubuh, sentuhan yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta hak anak untuk menolak perlu terus ditanamkan sejak dini.

Orang tua juga berperan penting dalam membantu anak mengenali perilaku yang tidak pantas dan memastikan hak serta batasan tubuhnya dihormati.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *