Saturday, October 24News That Matters

Universitas Telkom Dorong Perempuan Kepala Keluarga Kembangkan UMKM Kuliner


KORAN MANDALA – Perempuan kepala keluarga didorong mengembangkan usaha kuliner melalui inovasi produk berbasis oleofood sawit untuk memperkuat kemandirian ekonomi.

Upaya tersebut dilakukan melalui workshop Women Rise: Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga Melalui Inovasi Produk UMKM Kuliner Berbasis Oleofood yang digelar Center of Excellence Smart Tourism and Hospitality Universitas Telkom dengan dukungan pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) di Kota Bandung.

Program ini membekali peserta dengan pengetahuan tentang pemanfaatan produk turunan sawit dalam usaha kuliner, pengembangan produk, pengelolaan keuangan, pengemasan, hingga pemasaran melalui media sosial.

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

Dekan Research Institute for Intelligent Business & Sustainable Economy Universitas Telkom, Dian Indayati, mengatakan perguruan tinggi perlu berkontribusi dalam menjawab persoalan masyarakat, termasuk membantu kelompok perempuan kepala keluarga mengembangkan usaha.

Sementara itu, Ketua Center of Excellence Smart Tourism and Hospitality Universitas Telkom, Ersy Ervina, menilai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari perguruan tinggi perlu diterapkan secara langsung untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha kecil.

“Melalui Center of Excellence Smart Tourism and Hospitality, kami menghadirkan pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan agar para peserta tidak hanya memahami oleofood sawit, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk yang layak jual,” ujar Ersy.

Dukungan terhadap pengembangan usaha tersebut juga disampaikan Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bandung Barat, Akhmad Panji Hernawan. Menurutnya, kolaborasi perguruan tinggi dan BPDP diharapkan membuka peluang bagi perempuan kepala keluarga pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan memperkuat kemandirian ekonomi.

Dalam workshop tersebut, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP, M. Irfan Suryawardana, memaparkan peluang pemanfaatan produk turunan sawit untuk meningkatkan nilai tambah di sektor UMKM, khususnya usaha kuliner.

Pemanfaatan oleofood dinilai dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan produk bagi pelaku usaha. Namun, pengolahan dan inovasi tetap perlu memperhatikan kualitas bahan, keamanan pangan, serta kebutuhan pasar agar produk mampu bersaing.

Materi lainnya mencakup inovasi pemanfaatan oleofood yang disampaikan Sekti Raharjo dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor, serta pembahasan manfaat produk oleofood oleh Yuviani Kusumawardhani.

Peserta juga memperoleh materi pengelolaan keuangan berbasis teknologi finansial dari Eka Yuliana, strategi pengemasan produk dari Bethani Suryawardani, serta optimalisasi media sosial untuk promosi dari Chusnul Rofiah.

Selain pembekalan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pengolahan makanan bersama Chef Toni, Chef Ilham, dan mahasiswa Universitas Telkom. Dua menu yang diperagakan adalah silky pudding berbahan oleofood dan gyoza yang disajikan dengan minyak merah sebagai chili oil.

Demonstrasi tersebut memperkenalkan teknik pengolahan dan penyajian makanan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha rumahan.

Ketua panitia, Yuviani Kusumawardhani, mengatakan kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya pendampingan agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Workshop yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia itu diikuti sekitar 100 peserta, terdiri atas perempuan kepala keluarga pelaku UMKM kuliner, akademisi, mahasiswa, dan jurnalis.

Penyelenggara berharap program pemberdayaan tersebut dapat memperluas peluang usaha bagi perempuan kepala keluarga melalui pengembangan produk kuliner berbasis oleofood serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan BPDP.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *