
Pengamat politik Adi Prayitno mengungkapkan lima poros politik yang dinilainya berpotensi menjadi penantang Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029.
Poros pertama, menurut Adi, adalah poros Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Politikus yang akrab disapa KDM itu dinilai berpeluang menjadi penantang kuat Prabowo apabila memilih berpisah dari Partai Gerindra dan berhasil memperoleh dukungan dari partai politik lain.
“Tapi beda ceritanya kalau Pak KDM pisah jalan tidak lagi bersama dengan Gerindra dan misalnya mendapatkan salah satu dukungan dari salah satu kekuatan partai politik di negara kita, ya KDM bisa melaju itu PR terbesarnya,” ujarnya dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Sabtu (24/10).
Poros kedua adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Adi menilai Anies berpotensi maju apabila Partai Gerakan Rakyat berhasil lolos sebagai peserta Pemilu dan mampu memperoleh dukungan dari partai-partai lain, termasuk partai yang memiliki kursi di parlemen.
“Anies tinggal cari tiket apakah Partai Gerakan Rakyat lolos misalnya sebagai salah satu peserta pemilu dan kemudian mampu mendapatkan dukungan dari partai-partai yang lain salah satunya lolos ke parlemen misalnya tinggal kita tunggu,” kata Adi.
Selanjutnya, Adi juga memasukkan poros Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), poros Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta poros PDI Perjuangan (PDIP) yang berpotensi diwakili oleh Puan Maharani, Ganjar Pranowo, atau Pramono Anung.
Baca Juga: Bukan Cuma Puan dan Ganjar, Pengamat Sebut Tokoh Senior PDIP Ini Punya Tiket Emas Menuju 2029
Menurut Adi, kelima poros tersebut merupakan kekuatan politik yang paling berpeluang menghadapi Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2029.
“AHY begitu pun Gibran termasuk juga PDIP. Itu adalah yang saya sebut lima kemungkinan poros yang sangat mungkin akan maju di 2029 yang akan head to head dengan Pak Prabowo Subianto,” tandasnya.
