
Perum Jasa Tirta II mencatatkan total pendapatan usaha (audited) di sepanjang 2025 sebesar Rp1,128 triliun. Jumlah tersebut sekitar 96,72% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2025 sebesar Rp1,167 triliun.
Hampir separuh dari pendapatan usaha tersebut atau sekitar Rp550,06 miliar berasal dari sektor kelistrikan. Melalui penjualan listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dioperasikan oleh BUMN pengelola Sumber Daya Air (SDA) tersebut.
Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Imam Santoso mengatakan, energi listrik yang berasal dari air tersebut kemudian disalurkan kepada PT PLN (Persero) maupun sektor industri, dengan produksi pasok mencapai 352,77 juta kWh di 2025.
Adapun Perum Jasa Tirta mematok tarif listrik sebesar Rp375/kWh kepada PLN, dan Rp828,26/kWh kepada industri.
“Yang pertama (pemasukan) terbesar adalah pengusahaan listrik. Di sana kita membangkitkan energi dari air untuk memproduksi listrik, yang kemudian harus kita pasok kepada PLN melalui grid Jawa Bali Madura untuk memperkuat sistem kehandalan energi di Pulau Jawa dan di pulau Madura sampai ke Bali,” kata Imam di Bendungan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).
“Dari sana kita bisa mendapatkan produksi listrik kurang lebih 350 juta kWh setahun, dan kita bisa mendapatkan revenue kurang lebih Rp500-550 miliar per tahun,” jelas dia.
Merujuk laporan keuangan (audited) perusahaan pada 2025, Perum Jasa Tirta memang mengantongi pendapatan usaha terbesar dari sektor Sumber Daya Air (90,68%), dengan total nilai mencapai Rp1,023 triliun.
Baca Juga: Prabowo Target 700 BUMN Merugi Ditutup, 364 Sudah Kena Sikat
Baca Juga: Waskita Masih Terbebani Utang Rp66,5 Triliun, Cari Arah Pemulihan ke Danantara
Selain kelistrikan, perusahaan juga mendapat pemasukan dari penyediaan air baku sebesar Rp460,11 miliar, dan air bersih senilai Rp13,48 miliar.
Sementara dari pendapatan non-SDA, total Perum Jasa Tirta II mencatat pemasukan Rp105,14 miliar di 2025. Angka tersebut berasal dari penyediaan/penyewaan lahan Rp71,62 miliar, laboratorium Rp9,61 miliar, segera Rp23,91 miliar dari usaha lainnya.
Adapun Perum Jasa Tirta II mengantongi laba bersih senilai Rp193,03 miliar di sepanjang 2025, atau 133,92% dari RKAP Tahun 2025 sebesar Rp144,14 miliar.
