Friday, October 23News That Matters

Anggaran Perbaikan Darurat Pasar Andir Bayongbong Garut Mencapai Rp.1,5 Miliar


KORAN MANDALA –Pasar Andir Bayongbong Garut setelah terjadi kebakaran beberapa hari lalu,Pemerintah daerah kabupaten Garut kini tengah persiapan perbaikan.

Kepala Dinas perdagangan dan Industri (Disperindag ESDM ) Garut Ridwan Efendi  mengatakan,sudah selesai masa tanggap darurat.

“Jadi Pasar Andir itu setelah ditetapkan oleh Pemda jadi kejadian bencana, Alhamdulillah untuk tujuh hari pertama itu sudah selesai tanggap darurat untuk pembersihan dan evakuasi.” Kata Ridwan,Jum’at (23/10/2026)

Hari Santri Nasional, Sekda Garut Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas

Ia menjelaskan,pihak Pemda tengah melaksanakan pemasangan penutup atap dengan menggunakan kontruksi Jaba ringan dan spandek.

” Sekarang Pemda melanjutkan, masih dalam kurun waktu 14 hari berjalan Ini sekarang pemasangan penutup atap dengan konstruksi bajaringan dan spandeks.” Jelas Ridwan.

Meskipun sesudah terjadi kebakaran aktivitas pedagang tetap berjalan adapun untuk pemasangan atap pihak terkait termasuk tidak mengganggu aktivitas para pedagang,Ridwan mengatakan pihaknya mengatur jadwal agar perekonomian para pedagang tidak terganggu.

” Untuk aktivitas pedagang itu masih secara berkesinambungan jadi kita mengatur saja, mengatur jadwal pedagang. Jadi mereka berdagang dari pukul 5 pagi sampai pukul 10, setelah itu dilanjutkan pekerjaan pemasangan atap setelah sebelumnya di sterilisasi dulu, tidak direlokasi masih ditempat semula.” kata Ridwan.

Lebih jauh Ridwan menyampaikan pihaknya telah melakukan peninjauan penghitungan. Bersama baik dengan PUPR sebagai teknis dan inspektorat bertindak sebagai audit dan verifikasi,ia menyampaikan dan mengusulkan untuk kebutuhan perbaikan darurat sebesar Rp 1,5 miliar.

” Kami setelah melakukan peninjauan dan setelah dihitung bersama tim teknis dari PUPR dan hasil audit juga dan verifikasi dengan Inspektorat, itu mengusulkan untuk kebutuhan perbaikan darurat itu di 1,5 miliar sekian, dari APBD.” Ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mengupayakan untuk anggaran revitalisasi melalui provinsi dan kementerian perdagangan.

” Kalau dari Pemprov Jabar maupun pusat sejauh ini belum ya, karena ini masih penanganan darurat ya. Kalau untuk revitalisasi ya mungkin nanti ada kesempatan tahun berikutnya kami akan mengusulkan baik itu ke provinsi dan juga ke kementerian perdagangan.” Ujarnya.

” Setelah dihitung oleh dinas PUPR itu kurang lebih ideal nya di 3,5 miliar ya untuk satu pasar andir ya, terutama yang terdampak kebakaran.” Tambahnya.

Lanjut Ridwan,dengan keterbatasan anggaran APBD untuk bantuan para pedagang dalam hal finansial pihaknya akan mencari skema lain,dan akan mencari bantuan di luar APBD.

” Oh kalau itu masih kami usulkan, jadi mengingat keterbatasan APBD, kalau untuk bantuan berupa finansial, untuk para pedagang memang kita masih mencari skema lain, bantuan ke pihak-pihak lain di luar APBD, mengingat ketersediaan APBD saat ini memang sangat terbatas.” Lanjut Ridwan.

” Dan juga dari BTT pun juga sama, terlebih sekarang bersamaan dengan kejadian bencana kebakaran TPA Pasir Bajing itu yang menjadi pertimbangan dan kita masih mengupayakan semaksimal mungkin.” Tambahnya.

Ia juga menjelaskan pencarian dana bantuan,dari sumber sumber yang memungkin baik CSR ataupun lainnya.

“Jadi kita masih mencari sumber-sumber lain yang memang dipandang sangat dimungkinkan, termasuk apakah itu CSR ataupun hal lain.” Ujar Ridwan

” Kita belum bisa menyebutkan berapa-berapanya dan kita belum juga bisa memastikan apakah itu dapat tercover pada kesempatan kali ini, dan masih dalam tahap pembahasan dan diupayakan.” Tutup Ridwan.*



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *