Friday, October 23News That Matters

Dedi Mulyadi Sebut 1.000 Warga Bisa Padamkan Api Ciremai dalam Satu Jam


Wacana Berita, Jakarta –

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperkirakan kebakaran di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, dapat segera dikendalikan jika seribu warga ikut membantu proses pemadaman. Pernyataan itu disampaikan Dedi saat mendorong pengerahan masyarakat untuk mempercepat penanganan kebakaran.

“Kalau ada seribu orang warga naik ke sini, dalam satu jam apinya juga selesai,” katanya.

Pernyataan tersebut merupakan perkiraan Dedi mengenai dampak pengerahan warga dalam jumlah besar, bukan kepastian bahwa api akan padam dalam waktu satu jam. Kondisi kebakaran dan proses penanganan di lapangan masih menjadi faktor penting dalam upaya pengendalian api.

Untuk mendorong partisipasi masyarakat, Dedi menyiapkan upah Rp250 ribu per orang untuk satu hari kerja membantu pemadaman. Ia juga menjanjikan bonus apabila api dapat segera dipadamkan.

“Kami menyiapkan Rp250 ribu per orang untuk sehari kerja pemadaman api. Dan apabila apinya cepat terpadamkan segera, kami memberikan bonus,” ujar Dedi, Kamis (22/10/2026).

Dedi meminta kepala desa, ketua RT dan RW, serta camat di sekitar Gunung Ciremai segera mengerahkan warga. Masyarakat yang menjadi perhatian dalam pengerahan tersebut antara lain warga Desa Seda, Desa Cibuntu, dan Kecamatan Pasawahan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Siapkan Upah Rp250 Ribu untuk Warga yang Bantu Padamkan Kebakaran Ciremai

Kebakaran dilaporkan terjadi pada Rabu (21/10/2026) di dua lokasi di Kabupaten Kuningan, yakni Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi, dan Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan.

Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Jawa Barat, sekitar 1,5 hektare dari total dua hektare lahan bambu di Desa Pasayangan telah terbakar.

Sementara itu, luas area kebakaran di kawasan hutan Desa Cibuntu, wilayah Resor Pasawahan SPTN Wilayah I Kuningan, masih dihitung. Petugas BPBD Kabupaten Kuningan, Taman Nasional Gunung Ciremai, pemadam kebakaran, Satpol PP, dan masyarakat setempat turut terlibat dalam penanganan.

Penyebab kebakaran belum diketahui. Dedi pun mengingatkan masyarakat agar tidak membakar ilalang, terutama saat cuaca terik dan hujan belum turun merata, karena api berisiko meluas jika tidak segera dikendalikan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *