
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatat penyusutan total aset sebesar Rp2,02 triliun per 30 September 2026 dibandingkan posisi akhir 2025. Penurunan tersebut terjadi meski perseroan berhasil meningkatkan laba usaha dan memangkas total liabilitas.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, total aset ADHI tercatat Rp26,77 triliun, turun dari Rp28,79 triliun pada akhir Desember 2025. Dengan demikian, aset perseroan menyusut sekitar 7,02% dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
Pada periode yang sama, total liabilitas ADHI justru berkurang menjadi Rp23,46 triliun dari Rp25,49 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, jumlah ekuitas meningkat tipis menjadi Rp3,31 triliun dibandingkan Rp3,29 triliun pada akhir tahun lalu.
Dari sisi kinerja operasional, ADHI membukukan pendapatan usaha Rp5,37 triliun hingga akhir September 2026. Angka tersebut turun 4,95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,65 triliun.
Meski pendapatan melemah, perseroan mampu menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp4,49 triliun dari Rp4,82 triliun. Kondisi ini mendorong laba kotor meningkat menjadi Rp876,58 miliar, dibandingkan Rp833,65 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
ADHI juga berhasil memangkas total beban usaha menjadi Rp555,84 miliar dari sebelumnya Rp573,16 miliar. Hasilnya, laba usaha meningkat menjadi Rp320,73 miliar, dibandingkan Rp260,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, peningkatan kinerja operasional tersebut belum sepenuhnya tercermin pada laba bersih. ADHI membukukan laba tahun berjalan Rp15,87 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp21,33 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada perseroan tercatat Rp15,34 miliar, melonjak 247,05% dibandingkan Rp4,42 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba per saham dasar pun meningkat menjadi Rp1,82 dari Rp0,53.
Perbedaan antara laba tahun berjalan dan laba yang diatribusikan kepada perseroan menunjukkan bahwa kedua angka tersebut memiliki basis pengukuran yang berbeda. Secara keseluruhan, laba tahun berjalan ADHI masih mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Waskita Masih Terbebani Utang Rp66,5 Triliun, Cari Arah Pemulihan ke Danantara
Baca Juga: Kantongi Restu, Adhi Karya Siap Tarik Pinjaman untuk Penyehatan Perseroan
Baca Juga: Hutama Karya Klaim Laba Naik 6,3%, Tapi Nilainya Tak Diungkap
Di sisi lain, beban keuangan perseroan meningkat menjadi Rp526,06 miliar dari Rp523,71 miliar. Pendapatan lainnya juga merosot menjadi Rp51,02 miliar dari Rp107,84 miliar, sedangkan bagian rugi entitas asosiasi membengkak menjadi Rp26,15 miliar dari Rp10,81 miliar.
Adapun bagian laba dari ventura bersama meningkat menjadi Rp332,47 miliar dibandingkan Rp321,64 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban pajak tercatat Rp4,93 miliar, turun dari Rp9,07 miliar.
Penyusutan aset ADHI di tengah penurunan liabilitas dan peningkatan ekuitas menjadi salah satu perkembangan penting dalam kondisi keuangan perseroan hingga kuartal III 2026. Di sisi lain, penurunan pendapatan dan laba tahun berjalan menunjukkan bahwa perbaikan pada tingkat laba usaha belum sepenuhnya diikuti peningkatan hasil akhir perusahaan.
