
Presiden Prabowo Subianto sempat menanyakan keberadaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Dalam acara yang dihadiri sejumlah kepala daerah tersebut, Jawa Barat diwakili Wakil Gubernur Erwan Setiawan. Prabowo pun menanyakan keberadaan Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM.
“Wakil Gubernur Jawa Barat, Saudara Erwan Setiawan. Ke mana KDM ya?” ujar Prabowo.
Pertanyaan itu disambut tawa para peserta. Prabowo kemudian menduga Dedi tidak hadir karena memiliki kesibukan di daerahnya.
“Yang paling deket enggak hadir malah. Pasti sibuk mungkin,” katanya.
Prabowo juga memaklumi ketidakhadiran sejumlah kepala daerah karena kemungkinan memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan di wilayah masing-masing.
Ketidakhadiran Dedi dalam agenda tersebut rupanya berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Pada Kamis, Dedi mengungkapkan dirinya sedang dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran untuk memimpin langsung upaya pemadaman.
Melalui akun Instagram pribadinya, ia meminta doa masyarakat agar kebakaran di kawasan konservasi tersebut segera dapat diatasi.
“Saat ini saya perjalanan menuju Gunung Ciremai. Mohon doanya pada seluruh warga Jawa Barat dan seluruh warganet agar kebakaran Gunung Ciremai segera teratasi dan saya akan ke lokasi memimpin langsung upaya pemadaman api,” kata Dedi.
Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan Rp400 Triliun untuk Petani hingga Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Dedi berharap tim gabungan yang bertugas di lapangan dapat bekerja secara maksimal sehingga api tidak menyebar lebih luas.
“Semoga seluruh tim bisa bekerja dengan baik dan tidak terlalu lama apinya bisa dipadamkan,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa pemadaman kebakaran di kawasan pegunungan memiliki tantangan tersendiri. Meski begitu, Dedi berharap api dapat segera dikendalikan oleh petugas.
Kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai dilaporkan terjadi pada Rabu (21/10/2026) malam. Hingga Kamis pagi, api masih terlihat menyala di sejumlah titik.
Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan Balai TNGC, Eska Nata Suryana, mengatakan titik api terdeteksi di Grid 15 M Resor Pasawahan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kuningan, sekitar pukul 20.44 WIB.
Berdasarkan pantauan patroli udara, api masih terlihat menyala di lokasi tersebut.
Tim gabungan yang terdiri dari Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan TNGC, masyarakat sekitar kawasan hutan, serta unsur terkait kemudian bergerak untuk melakukan pemadaman dan mengamankan area terdampak.
Di tengah kondisi cuaca yang masih terik dan hujan yang belum merata, Dedi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran ilalang, baik untuk keperluan pertanian maupun kepentingan lainnya.
“Jangan melakukan pembakaran-pembakaran ilalang untuk kepentingan pertanian dan sejenisnya. Di tengah-tengah udara lagi terik dan hujan masih belum turun secara merata,” tegasnya.
