Thursday, October 22News That Matters

Cuaca Panas, Ini 7 Tips Menjaga Tubuh Tetap Fit dan Terhindar dari Dehidrasi


KORAN MANDALA –Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah Indonesia membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi tubuh saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa kondisi panas dan relatif kering masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 20–26 Oktober 2026. Suhu maksimum di Jawa Barat tercatat mencapai 38,5 derajat Celsius pada 17 Oktober 2026. (BMKG)

Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga kecukupan cairan dan mengatur aktivitas, terutama ketika harus berada di luar ruangan dalam waktu lama.

Perkembangan Cuaca Bandung dan Sekitarnya: Suhu Dingin Berpotensi Terjadi pada Awal Musim Kemarau

Paparan suhu tinggi dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga gangguan kesehatan yang membutuhkan pertolongan medis.

Agar tubuh tetap bugar selama cuaca panas, ada sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Perbanyak Minum Air Putih

Minum air putih secara teratur menjadi salah satu cara penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Saat cuaca panas, tubuh mengeluarkan keringat untuk membantu mengatur suhu. Cairan yang hilang perlu diganti agar tubuh tetap berfungsi dengan baik.

Jangan menunggu sampai merasa sangat haus untuk minum. Bawa botol minum ketika bepergian dan minum secara berkala, terutama jika banyak berkeringat.

Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, bergantung pada aktivitas, kondisi kesehatan, dan lingkungan. Karena itu, sesuaikan asupan cairan dengan kebutuhan tubuh.

2. Gunakan Pakaian yang Nyaman

Pakaian yang tepat dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman ketika menghadapi suhu tinggi.

Pilih pakaian berbahan ringan, longgar, dan memungkinkan sirkulasi udara. Pakaian berwarna terang juga dapat menjadi pilihan saat beraktivitas di bawah sinar matahari.

Jika harus berada di luar ruangan dalam waktu lama, gunakan topi atau pelindung kepala untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari.

3. Hindari Aktivitas Berat saat Matahari Terik

Masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika cuaca terasa sangat panas.

Jika memungkinkan, jadwalkan olahraga atau pekerjaan luar ruangan pada pagi hari atau menjelang sore ketika kondisi lebih memungkinkan.

Apabila pekerjaan mengharuskan beraktivitas di bawah matahari, luangkan waktu untuk beristirahat di tempat teduh atau ruangan yang sejuk.

Segera hentikan aktivitas jika tubuh mulai terasa pusing, lemas, mual, atau mengalami kram otot.

4. Gunakan Sunscreen untuk Melindungi Kulit

Paparan sinar ultraviolet dapat merusak kulit meskipun seseorang tidak merasa kepanasan.

Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 dan perlindungan spektrum luas. Oleskan sesuai petunjuk produk dan aplikasikan kembali secara berkala, terutama setelah berkeringat banyak.

Perlindungan tambahan bisa dilakukan dengan memakai topi bertepi lebar, kacamata dengan perlindungan UV, serta berteduh ketika sinar matahari terasa menyengat.

5. Konsumsi Buah dan Makanan Bergizi

Selain menjaga asupan cairan, masyarakat juga perlu memperhatikan pola makan.

Buah seperti semangka, melon, jeruk, dan stroberi mengandung banyak air sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.

Konsumsi juga makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan.

Meski demikian, buah tidak menggantikan kebutuhan minum air putih, terutama ketika tubuh mengeluarkan banyak keringat.

6. Cari Tempat yang Sejuk untuk Beristirahat

Ketika suhu di luar ruangan meningkat, usahakan beristirahat di tempat yang lebih sejuk.

Masyarakat dapat memanfaatkan ruangan dengan ventilasi baik atau pendingin udara jika tersedia. Tutup tirai pada jendela yang terkena sinar matahari langsung untuk membantu mengurangi panas di dalam ruangan.

Jika ruangan terasa sangat panas, pertimbangkan untuk berpindah ke tempat yang lebih sejuk.

Perlu diingat, kipas angin belum tentu cukup melindungi tubuh ketika suhu lingkungan sangat tinggi. Perhatikan kondisi tubuh dan jangan memaksakan diri untuk terus beraktivitas.

7. Kenali Gejala Dehidrasi dan Kelelahan akibat Panas

Mengenali gejala gangguan akibat panas dapat membantu masyarakat mengambil tindakan lebih cepat.

Tanda dehidrasi antara lain rasa haus, mulut kering, urine berwarna lebih gelap, dan berkurangnya frekuensi buang air kecil.

Sementara itu, gangguan akibat panas dapat menimbulkan keringat berlebihan, sakit kepala, pusing, mual, kelemahan, dan kram otot.

Jika mengalami gejala tersebut, segera hentikan aktivitas, pindah ke tempat yang sejuk, kendurkan pakaian, dan minum air jika masih sadar penuh serta mampu menelan dengan aman.

Waspadai tanda darurat seperti kebingungan, kejang, atau kehilangan kesadaran. Kondisi tersebut dapat menandakan sengatan panas atau heatstroke yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Hubungi layanan darurat setempat dan mulai upaya mendinginkan tubuh sambil menunggu bantuan.

Jaga Kesehatan saat Cuaca Panas

Menghadapi cuaca panas membutuhkan perhatian terhadap kondisi tubuh dan kebiasaan sehari-hari.

Memenuhi kebutuhan cairan, memilih pakaian yang nyaman, menggunakan tabir surya, dan mengatur aktivitas dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat panas.

Masyarakat juga perlu memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, lansia, pekerja luar ruangan, serta orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko dehidrasi dan gangguan akibat paparan suhu tinggi.
(fikri syahdan)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *