
Tingginya angka pengangguran dan kompetisi kerja yang tidak seimbang mengharuskan adanya terobosan kebijakan yang berani dan inovatif di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Hal tersebut juga yang memicu lahirnya sejumlah solusi strategis dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi memaparkan rencana aksi nyata pemerintah daerah. Solusi pertama dan yang paling ditekankan adalah perombakan total pada sistem rekrutmen perusahaan agar lebih terbuka dan bisa diakses secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang “orang dalam” atau kekuatan finansial pelamar untuk menyuap calo.
Baca Juga: Balik Tantang Jokowi, Inisiator Upaya Pemakzulan Gibran: Saya, Effendi dan Ubedilah Itu Bisa Dilacak
Untuk mewujudkan keadilan tersebut, ia mendorong optimalisasi layanan digital pencarian kerja berbasis pemerintah yang diberi nama “Nyari Gawe”. Sistem ini dirancang untuk menjembatani langsung antara departemen human resources (HRD) perusahaan dengan para pencari kerja lokal, memutus mata rantai pihak ketiga yang kerap merugikan warga.
“Kita akan terus memacu perusahaan-perusahaan industri untuk terbuka dalam memberikan kesempatan kerja bagi warga, dan sistem layanan nyari gawe merupakan jalan dari banyak jalan untuk melakukan lamaran kerja, agar lamaran kerjanya transparan dan memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat,” urai Dedi dikutip Kamis (22/10/2026).
Pemaksaan transparansi ini dinilai krusial karena selama ini banyak perusahaan berskala multinasional yang proses rekrutmennya sangat tertutup, sehingga masyarakat di sekitar pabrik justru menjadi penonton di tanahnya sendiri. Dengan “Nyari Gawe”, pemerintah provinsi bisa memantau rasio serapan tenaga kerja lokal secara real-time.
Dedi, selain pembenahan sistem rekrutmen di hilir, juga menyoroti solusi di hulu, yakni peningkatan kapasitas (volume) lapangan kerja itu sendiri. Hal ini hanya bisa dicapai melalui ekspansi investasi.
Ia menyerukan sebuah gerakan kolektif dari masyarakat hingga aparat desa untuk menciptakan lingkungan yang aman, bersih dari pungutan liar, dan ramah bagi para penanam modal.
“Saya ucapkan terima kasih pada semuanya. Mari kita bergandengan tangan, mengujurkan (mewujudkan) provinsi yang ramah bagi investasi, dan kita mendorong anak-anak kita untuk bisa bekerja dengan baik di Provinsi Jawa Barat,” pungkasnya.
Kombinasi antara kemudahan berinvestasi di tingkat hulu dan transparansi rekrutmen melalui ekosistem “Nyari Gawe” di tingkat hilir ini diyakini menjadi resep ampuh ala Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Terlalu Beratkan Danantara, Prabowo Setujui Rencana Ubah Definisi Korupsi di Indonesia
Jika dieksekusi dengan konsisten oleh seluruh kepala daerah di tingkat kabupaten/kota, solusi strategis ini tidak hanya akan menekan angka pengangguran secara signifikan, tetapi juga mengangkat harkat dan martabat para pencari kerja di Jawa Barat dari jerat percaloan dan diskriminasi ketenagakerjaan.
