Wednesday, October 21News That Matters

Literasi Asuransi RI Anjlok ke 42,84%, Masyarakat Makin Paham atau Sekadar Beli?


Wacana Berita, Jakarta –

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatatkan tingkat literasi asuransi di Indonesia turun menjadi 42,84% pada 2026, dari sebelumnya 45,45% pada 2025. Sebaliknya, tingkat inklusi asuransi justru meningkat menjadi 29,55% dari 28,50% pada periode yang sama.

Dengan perbedaan itu, industri asuransi mengalami tantangan untuk memastikan pemahaman masyarakat terhadap asuransi sejalan dengan penggunaan produk perlindungan keuangan. Berpapasan dengan Hari Asuransi ke-20 yang diperingati setiap 18 Oktober, tahun ini Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menunjuk Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sebagai ketua pelaksana dengan mengusung tema “Literasi Asuransi Untuk Negeri” dan subtema “Pahami–Miliki–Lindungi”.

Ketua Umum DAI Yulius Bhayangkara mengatakan, tantangan industri tidak hanya memperkenalkan produk kepada masyarakat, tetapi juga memberikan pemahaman yang benar mengenai manfaat asuransi sebagai perlindungan finansial.

“Kami meyakini bahwa literasi asuransi bukan hanya tentang mengenalkan produk, tetapi juga memberikan pemahaman yang benar mengenai pentingnya perlindungan keuangan melalui asuransi,” kata Yulius dalam acara tersebut, Selasa (20/10/2026).

Ia menilai, edukasi perlu mendorong masyarakat melangkah dari sekadar mengetahui produk menjadi memiliki asuransi dan memahami manfaat perlindungan yang diperoleh. Maka dari itu, industri menjalankan program literasi melalui kegiatan di sejumlah kota, konferensi pers, serta pemanfaatan media cetak, daring, dan media sosial.

“Melalui berbagai kegiatan literasi di beberapa Kota, konferensi pers, hingga pemanfaatan media cetak, online, dan media sosial, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengetahui, tetapi juga memiliki produk asuransi dan merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya.

Pada momen yang sama, Ketua Bidang Kanal Distribusi AAJI Hengky Djojosantoso mengatakan bahwa peningkatan literasi dan inklusi menjadi langkah strategis untuk memperluas kesadaran masyarakat terhadap perlindungan dari berbagai risiko, seperti bencana alam dan kecelakaan.

Tahun ini, kata Ketua Panitia Hari Asuransi 2026 Cicilia Nina Triana, rangkaian kegiatan menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tercatat total aset industri asuransi tumbuh 2,56% secara tahunan (yoy) mencapai Rp1.200,55 triliun hingga Agustus 2026. Hingga akhir tahun, OJK memproyeksikan pertumbuhan di kisaran 2%–4% untuk industri asuransi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *