
Institut Agama Islam Hamzanwadi resmi beralih bentuk menjadi Universitas Islam Hamzanwadi setelah Keputusan Menteri Agama (KMA) mengenai perubahan status tersebut diserahkan di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (21/10/2026). Penyerahan berlangsung bersamaan dengan Haul Almaghfurlah Maulana Syekh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar hadir dalam acara tersebut. Selain menyampaikan sambutan, Gugun menyerahkan langsung KMA alih bentuk kepada pihak Universitas Islam Hamzanwadi. Perubahan status itu menjadi bagian dari upaya penguatan kelembagaan pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Penguatan pendidikan tinggi keagamaan
Momentum penyerahan KMA tersebut dikaitkan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menempatkan penguatan pendidikan keagamaan Islam sebagai salah satu bagian dari agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam sambutannya, Gugun mengatakan penyelesaian persoalan pendidikan tinggi keagamaan merupakan visi Presiden Prabowo yang diperjuangkan bersama Kementerian Agama. Ia menilai pengembangan pendidikan tinggi keagamaan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi Indonesia.
“Sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, kami di Kemenag berpandangan bahwa pengembangan pendidikan tinggi keagamaan menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi Indonesia yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing,” ungkap Gugun.
Penyerahan keputusan tersebut menandai perubahan kelembagaan dari Institut Agama Islam Hamzanwadi menjadi Universitas Islam Hamzanwadi. KMA menjadi dasar resmi atas alih bentuk itu dan diserahkan dalam rangkaian kegiatan yang juga memperingati haul Maulana Syekh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Bagian dari agenda Kementerian Agama
Gugun menyebut penguatan pendidikan tinggi keagamaan tidak terpisah dari komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam konteks itu, perubahan bentuk perguruan tinggi diposisikan sebagai bagian dari penguatan institusi pendidikan Islam.
Kehadiran pejabat Kementerian Agama dalam acara haul sekaligus penyerahan KMA mempertemukan agenda keagamaan dan kebijakan pendidikan tinggi dalam satu kegiatan. Acara tersebut menjadi momentum penyampaian komitmen pemerintah terhadap pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam, sebagaimana disampaikan Gugun dalam sambutannya.
