Tuesday, October 20News That Matters

Nama SBY Muncul di Balik Polemik Ijazah Jokowi dan Gibran


Wacana Berita, Jakarta –

Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, mengungkap teori konspirasi politik di balik tuduhan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai adanya operasi politik terkait polemik ijazah.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan bahwa isu ijazah yang menyerang dirinya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan bagian dari operasi politik yang dilakukan pihak tertentu.

Dalam keterangannya, Jokowi mengklaim isu tersebut semakin membesar karena ditunggangi oleh “penumpang gelap” yang bertujuan mengalihkan perhatian publik dari berbagai persoalan nasional.

Baca Juga: Ali Syarief Blak-blakan soal Saksi yang Yakin Ijazah Jokowi Asli: Itu Keimanan!

Menurut Lukas, tuduhan tersebut dapat diarahkan kepada Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia menilai dugaan tersebut muncul karena dua tokoh yang terlibat dalam polemik ijazah, yakni Roy Suryo dan Denny Indrayana, sama-sama pernah memiliki latar belakang di Partai Demokrat.

Roy Suryo saat ini menjadi terdakwa dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Jokowi, sementara Denny Indrayana merupakan pihak yang pernah mengajukan gugatan terkait status Gibran ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kebetulan kan aktor utamanya kan mantan politikus Demokrat kan. Roy Suryo mantan menteri dan anggota DPR Demokrat. Kemudian Denny Indrayana juga gitu mantan menteri dan aktivis Demokrat. Walaupun keduanya sekarang bukan lagi bagian dari Partai Demokrat, tapi dikorelasikanlah. Jadi memang agak-agak logis ya sebagai konspirasi politik,” ujar Lukas dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (20/10).

Meski demikian, Lukas menilai asumsi tersebut tidak berkembang lebih jauh karena SBY tidak pernah memberikan tanggapan terhadap tuduhan tersebut.

“Tetapi kan SBY juga tidak pernah merespon. Jadi itu hanya menjadi apa tuduhan yang tidak terlalu penting. Cuma yang terbaru ini kan agak otak-atik gatuknya agak matuk. SBY punya kepentingan kalau Gibran bisa di geser, digusur, AHY punya peluang jadi wapres,” tandasnya.

Sebelumnya, Jokowi menegaskan bahwa polemik ijazah yang menimpa dirinya dan Gibran merupakan bagian dari operasi politik.

“Kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali. Tapi buat saya biasa saja,” kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga: Blak-blakan! Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Advokat Dokter Tifa Kehilangan Kesempatan Emas Ini di Sidang

Menurut Jokowi, polemik ijazah tersebut sengaja diorkestrasi oleh pihak tertentu untuk menurunkan reputasi politik dirinya dan Gibran, sekaligus mengalihkan perhatian dari berbagai isu besar lainnya.

“Ya bisa saja seperti itu. Bisa saja sekali lagi operasi politik untuk down grade reputasi politik seseorang. Dua-duanya bisa (Jokowi dan Gibran),” imbuh mantan Wali Kota Solo tersebut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *