Tuesday, October 20News That Matters

MSCI Ancam Status Pasar Saham RI, AAUI Ungkap Asuransi Umum Mulai Hitung Ulang Investasi


Wacana Berita, Jakarta –

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyebutkan bahwa usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia menjadi Standalone Market belum berdampak langsung terhadap industri asuransi umum.

Meski begitu, Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan bahwa sejumlah perusahaan mulai mengkaji kembali komposisi investasinya untuk mengantisipasi perkembangan pasar.

“Memang ada beberapa perusahaan asuransi yang sudah mulai berpikir atau meriset lagi komposisi investasinya,” ujarnya kepada Wacana Berita, Selasa (20/10/2026).

Perusahaan asuransi umum, kata Budi, perlu mempertimbangkan berbagai faktor dalam menentukan penempatan investasi, termasuk kondisi di luar Indonesia.

Meskipun sejumlah perusahaan mulai meninjau portofolio, Budi tidak menyebutkan perusahaan mana yang melakukan evaluasi maupun instrumen investasi yang berpotensi dikurangi.

Budi menilai, kondisi industri asuransi umum berbeda dengan asuransi jiwa yang dinilainya lebih rentan terhadap pergerakan pasar modal karena banyak perusahaan di sektor tersebut berinvestasi di pasar saham.

“Tapi kalau yang di jiwa ini kan memang rentan, banyak mereka main di pasar modal, gitu,” katanya.

Baca Juga: MSCI Guncang Pasar Saham RI, Reformasi Jadi Taruhan Kepercayaan Investor

Baca Juga: Usai Bertemu MSCI, BEI Siapkan Dua Langkah Baru untuk Benahi Pasar Modal

Lebih lanjut, Budi menekankan bahwa perusahaan asuransi umum perlu memperhitungkan faktor eksternal ketika menyusun strategi investasi. Pasalnya, pasar internasional menjadi salah satu hal yang perlu dicermati karena keputusan terkait klasifikasi MSCI tidak sepenuhnya berada dalam kendali pemerintah Indonesia.

“Jadi kita juga selalu mendorong, memonitor semua teman-teman industri asuransi umum khususnya, di dalam melakukan investasi tetap harus melihat faktor-faktor di luar yang ada di Indonesia,” tutur Budi.

Berdasarkan data per Juni 2026, AAUI mencatatkan total investasi senilai Rp132,2 triliun dengan porsi terbesar investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) 38,6% atau sebesar Rp50,99 miliar lalu disusul oleh reksadana sebesar 17,6% atau senilai Rp23,21 miliar. Sedangkan, saham berada pada posisi ke-enam dengan porsi 3,7% atau senilai Rp4,95 miliar.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *