Monday, October 19News That Matters

Niat Bantuan atau Alat Hedge Fund?


Wacana Berita, Jakarta –

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti fenomena anomali yang terjadi di lantai bursa pasca-pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI). PDI Perjuangan (PDIP) dalam hal ini menyoroti adanya indikasi kejanggalan di mana kejatuhan tajam indeks saham justru dimanfaatkan oleh pemodal asing untuk melakukan aksi borong saham secara masif dengan harga murah.

Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah mengungkapkan data perdagangan menunjukkan kontras tajam dimana pengumuman lembaga itu memicu kepanikan investor domestik namun investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih (net buy) dalam jumlah sangat fantastis.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Batal Pinjam ke PT SMI, Pilih Opsi Tunda Bayar Demi Amankan APBD

Kondisi tersebut memantik pertanyaan mendasar mengenai siapa yang sebenarnya diuntungkan dari kepanikan pasar yang dipicu oleh pengumuman lembaga pemeringkat asing tersebut.

“Tentu saja saya tidak menuduh lembaga sekaliber mereka  bersindikasi menjatuhkan harga IHSG,” ujar Said Abdullah dikutip, Senin (19/10/2026).

“Namun fakta yang sulit dipungkiri, sadar atau tidak, kebijakan mereka menguntungkan hedge fund,” tegasnya.

Said menilai pola kejatuhan harga yang berulang akibat rilis penilaian lembaga pemeringkat perlu dikaji secara kritis oleh pemerintah dan regulator.

Jika peringatan berniat baik pada akhirnya selalu berujung pada jatuhnya harga saham secara drastis dan memberikan keuntungan besar bagi pengelola dana berisiko tinggi (hedge fund) untuk memborong aset di harga bawah, maka pola tersebut patut dipertanyakan.

“Kalau niat baik mereka pada akhirnya menimbulkan kejatuhan harga, dan kejadiannya berulang, bukankah sudah wajar jika kita bertanya-tanya? MSCI sedang membantu memperbaiki diri atau menjadi kendaraan hedge fund untuk mengambil untung?” sentil Said.

Menutup pandangannya, ia menyampaikan imbauan bijak kepada seluruh pemangku kepentingan agar proses perbaikan tata kelola bursa saham tidak dilakukan secara meledak-ledak hingga mengancam pilar ekonomi nasional. Ia mengibaratkan proses pembenahan bursa modal seperti menjaga hasil panen di pedesaan.

Baca Juga: 2 Tahun Prabowo-Gibran, Anak Jokowi Terasingkan di Istana: Di Rapat Kabinet, Dia Tak Diikut Sertakan

“Memperbaiki pasar modal Indonesia laksana mencari jarum di persawahan dengan padi yang menguning. Mari kita temukan jarumnya, tetapi padi yang menguning tidak rusak karena terinjak-injak saat mencari jarum,” pungkas Said.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *