Saturday, October 17News That Matters

Tiga Poros Dinilai Siap Berebut Panggung


Wacana Berita, Jakarta –

Peta persaingan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menarik perhatian meski kontestasi tersebut masih beberapa tahun lagi. Sejumlah poros kekuatan politik dinilai mulai terbentuk, mulai dari lingkaran Presiden Prabowo Subianto hingga kelompok yang dikaitkan dengan Joko Widodo (Jokowi) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pengamat politik Adi Prayitno menyebut setidaknya ada tiga poros yang mulai terlihat, yakni Poros Hambalang yang mengarah kepada Prabowo, Poros Cikeas yang berkaitan dengan AHY dan Partai Demokrat, serta Poros Solo yang digawangi Jokowi dengan kekuatan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Di luar ketiga poros tersebut, Adi menilai ketua umum partai politik lain, seperti Golkar, NasDem, PKS, PAN, PKB, dan partai lainnya, saat ini lebih tepat disebut sebagai faksi. Terlebih, Mahkamah Konstitusi (MK) telah menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

Baca Juga: Alasan Rocky Gerung Masuk Istana: Bantuin Presiden Nangkep Koruptor

Keputusan tersebut membuka ruang bagi partai politik yang memiliki kursi di parlemen untuk mengusung kandidat masing-masing pada Pilpres 2029. Adi pun menilai partai-partai di luar Gerindra sebenarnya sudah memiliki peluang untuk mengajukan calon sendiri.

“Partai politik yang saat ini ada di parlemen, di luar Gerindra, partai lain ini sebenarnya sudah punya golden ticket untuk memajukan calon-calon lainnya,” katanya dalam tayangan YouTube, dikutip Sabtu (17/10/2026).

Meski peluang pencalonan semakin terbuka, Direktur Parameter Politik Indonesia itu melihat partai-partai tersebut belum terburu-buru membicarakan kandidasi ataupun mengajukan nama yang akan bersaing dalam Pilpres 2029.

Di tengah dinamika itu, hubungan antara Poros Solo dan Poros Cikeas juga menjadi bahan spekulasi. Kedua poros tersebut berpotensi menjalin kerja sama, berhadapan langsung dalam persaingan politik, atau sama-sama mengincar posisi calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo.

Baca Juga: Gibran Dibiarkan, Mahfud Sebut Kisruh Ijazah Untungkan Prabowo

Kendati demikian, Adi mengingatkan bahwa peta politik menuju 2029 masih sangat dinamis. Ia meyakini posisi Prabowo sebagai petahana yang berpeluang kembali maju dalam kontestasi lima tahunan tersebut memberikan keuntungan tersendiri.

“Politik kita bergerak cukup dinamis dan saya meyakini posisi Prabowo sebagai petahana akan maju kembali untuk kedua kalinya tentu relatif akan mudah untuk memenangkan pertarungan,” ujarnya.

Menurut Adi, keuntungan petahana tidak hanya terletak pada jabatan yang sedang diemban, tetapi juga pada dukungan instrumen politik, jaringan, serta tim sukses dan tim pemenangan yang telah dimiliki.

“Karena sejarahnya di negara kita, petahana yang maju kembali kedua kalinya memiliki segala instrumen kekuatan politik, networking, tim sukses dan tim pemenangan yang rasanya jauh lebih sulit dibandingkan dengan kubu yang lain,” pungkasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *