Friday, October 16News That Matters

Bongkar Rahasia Wapres Gibran, Eks Danjen Kopassus Ungkit Soal Kelakuan Fufufafa


Wacana Berita, Jakarta –

Cacat administratif berupa ketiadaan ijazah setara sekolah menengah atas rupanya bukan satu-satunya kelemahan fatal yang menggerogoti legitimasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dikutip Sabtu (17/10/2026) Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen Tentara Nasional Indonesia (Purn) Soenarko secara blak-blakan menyoroti lubang besar lainnya dalam diri sang wapres, yakni rekam jejak moralitas dan etika berkomunikasi di ruang publik.

Baca Juga: Gertakan ‘Operasi Politik’ Mandul, Tuduhan Jokowi Tak Akan Bisa Surutkan Gaungan Pemakzulan Gibran

Soenarko menilai bahwa kapasitas politikus muda itu untuk mendampingi presiden sangat tidak memadai. Ia menyoroti kontrasnya wibawa seorang pimpinan negara dengan tingkah laku yang selama ini dipertontonkan oleh Gibran. Menurutnya, ia kaku dan kehilangan orientasi kepemimpinan.

Menurut Soenarko, puncak dari krisis etika politikus itu terekam jelas dalam skandal akun dari Kaskus “Fufufafa”. Akun anonim yang kerap melontarkan ujaran kebencian, cacian hingga komentar tak senonoh tersebut belakangan memang sering kali diasosiasikan dengan rekam jejak digital Gibran.

Soenarko, untuk memperkuat argumentasinya mengenai degradasi moral sang wapres, merekomendasikan publik untuk melihat hasil investigasi dari Pakar Telematika Roy Suryo. Buku yang digagas oleh sosok itu dikenal dengan tajuk ‘Gibran’s Black Paper‘. Ia merupakan sekuel intelektual dari Jokowi’s White Paper.

“Di samping tidak memenuhi persyaratan, ya dari moralitas. Lihat Roy Suryo dan bukunya tentang Fufufafa. Enggak bermoral tuh kelakuannya. Dari lihat sikap, tingkah laku, dan tampilannya sebagai pemimpin, lihat selama dari kampanye sampai kini, pelanga-pelongo,” ujar Soenarko.

Buku yang disinggung olehnya tersebut memang tengah menjadi perbincangan hangat. Roy Suryo secara khusus mengambil bagian untuk membedah anatomi akun fufufafa yang kontroversial serta menguliti jejak pendidikan Gibran. Temuan-temuan digital forensik ini menjadi amunisi tambahan yang sangat mematikan bagi kredibilitas Gibran.

Bagi Soenarko, skandal Fufufafa ini bukanlah sekadar kenakalan masa muda biasa, melainkan cerminan dari karakter asli yang sangat tidak layak dimiliki oleh seorang pejabat negara. Hal ini semakin diperparah dengan temuan yang membongkar bahwa dokumen Certificate of Attendance yang dilampirkan politikus muda itu nyatanya hanya berfungsi sebagai bukti kehadiran belaka, bukan ijazah kelulusan.

Kolaborasi antara cacat pendidikan dan rendahnya standar etika, menurut sang jenderal purnawirawan, merupakan paket lengkap kegagalan Gibran.

Baca Juga: 52 Perusahaan Terafiliasi Malaysia dan Singapura Diduga Terlibat Karhutla, Prabowo Berani Tindak?

“Habis ijazah dia tipu lagi sekarang. Dia enggak punya ijazah, merekayasa menekan lembaga pemilu, menekan dikdasmen melalui bapaknya sampai keluar suket itu. Ini kan pembohong dan penipu,” tegas Soenarko.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *