
Politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli, mengkritik Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Sumatra dan Kalimantan.
Guntur Romli menyoroti karhutla yang menurutnya telah berlangsung selama empat bulan dan menyebabkan puluhan ribu balita mengalami gangguan pernapasan. Bahkan, sejumlah anak disebut harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat dampak kabut asap.
“Pak Prabowo, Kebakaran Hutan Sudah 4 Bulan, Puluhan Ribu Balita Sudah Sakit, Mau Sampai Kapan?” tulsnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (16/10).
Ia kemudian memaparkan data mengenai dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat karhutla.
“62.400 balita jatuh sakit. Batuk tak henti, demam, sesak. Ada yang terbaring di rumah sakit dengan jarum infus di tangan mungilnya. Total 277.075 orang terserang infeksi saluran pernapasan. Setiap hari, ribuan lagi bertambah,” lanjutnya.
Ia juga menggambarkan kondisi masyarakat yang hidup di tengah kepungan kabut asap tebal.
“Di wilayah yang dikepung asap pekat: ibu-ibu tak tahu harus membawa anaknya ke mana. Pintu rumah sudah ditutup, asap tetap masuk,” tandasnya.
Sebagai informasi, paparan kabut asap yang telah berlangsung selama empat bulan ini memicu lonjakan kasus penyakit pernapasan dalam jumlah besar.
Data Kementerian Kesehatan mencatat sedikitnya 283.270 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tujuh provinsi yang terdampak karhutla. Dari jumlah tersebut, sebanyak 63.711 kasus dialami oleh anak-anak di bawah usia lima tahun (balita).
